Pencerahan bagi Kemiskinan Fantasi

Diposkan oleh Heri Noto on Senin, 29 September 2008

Pencerahan bagi Kemiskinan Fantasi


Kisah-kisah fantasi dalam sastra, saat ini, boleh dibilang sedang berada di puncak popularitasnya. Cerita-cerita bergenre tersebut tak hanya populer di kalangan anak-anak, tetapi juga meluas di kalangan remaja dan dewasa. Sebuah fenomena yang tidak begitu kuat terjadi pada dekade-dekade sebelumnya.

Hadirnya milenium baru seakan menjadi pintu pembuka popularitas kisah-kisah di negeri antah-berantah yang identik dengan anak-anak ini. Dimulai dari sukses besar seri Harry Potter yang diikuti oleh versi layar lebarnya. Kemudian berlanjut dengan keberhasilan film trilogi Lord of the Ring—biasa disebut LOTR— baik dalam segi finansial maupun penghargaan internasional, seperti Oscar dan Golden Globe.

Hal ini berimbas pada pembuatan versi layar lebar kisah-kisah fantasi lainnya, seperti Chronicles of Narnia, Beowulf serta yang terbaru, Golden Compass—seri pertama trilogi His Dark Material. Hal ini juga diikuti oleh membanjirnya novel-novel yang menjadi bahan dasar adaptasi film-film itu di toko-toko buku yang tak pernah sepi peminat. Meski tak semua versi layar lebarnya memenuhi harapan pembaca setianya, namun hal itu berpengaruh pada popularitas kisah-kisah tentang dunia imajiner yang memesona tersebut.

Apa yang menjadi keistimewaan cerita-cerita bergenre ini? Menurut JRR Tolkien, sang penulis trilogi LOTR ini, dunia fantasi mampu memuaskan hasrat manusia untuk melepaskan diri dari segala keterbatasan dalam kehidupan yang fana ini, termasuk kematian itu sendiri (Charles Moseley, 1997:27).

Kisah-kisah itu menyediakan semacam kemungkinan untuk hal-hal di atas. Tak mengherankan jika cerita-cerita fantasi tak pernah hilang ditelan waktu dan akan selalu memikat manusia tanpa mengenal usia. Bahkan, beberapa di antaranya tak hanya sekadar menghibur, tetapi juga merangsang pencerahan dengan berbagai unsur filsafat, religi dan pengetahuan-pengetahuan lainnya di dalamnya.

Definisi fantasi

Pada umumnya, kisah-kisah fantasi sering diidentikkan dengan petualangan di dunia imajiner yang penuh dengan keajaiban. Namun, apa sebenarnya pengertian fantasi itu sendiri? Colin Manlove dalam Modern Fantasy: 5 Studies (1975) merumuskannya sebagai suatu dunia fiksi yang memesona, yang mengandung elemen-elemen supernatural-substansial dan tak selalu dapat dijelaskan dengan penciptaan ”dunia” atau tak dapat ditemukan dalam cerita-cerita bergenre lain yang lebih bersifat plausible, atau memungkinkan terjadi di dunia nyata.

Kisah-kisah ini sendiri sebenarnya telah dikenal sejak awal peradaban manusia yang dibungkus dalam legenda dan mitos-mitos kuno. Tak mengherankan jika cerita-cerita bergenre ini tak bisa dilepaskan dunia kesusastraan, meski sering kali diidentikkan dengan cerita anak-anak.

Dalam sejarah sastra Barat, kisah fantasi telah berkembang sebelum era Renaisans. Salah satunya, yaitu karya sastra Barat kuno terkemuka, dalam bentuk puisi epik, Beuwolf. Namun, pada perkembangannya karya-karya bernuansa ini sempat tak populer di zaman Renaisans, masa di mana logika dan ilmu pengetahuan menjadi elemen paling menonjol sehingga mendorong penolakan terhadap hal-hal yang berbau fantasi (Manlove, 2).

Pada abad pertengahan, hadirnya kembali kepercayaan terhadap hal-hal yang berbau supernatural akibat pengaruh doktrin gereja merangsang kembali lahirnya kisah-kisah fantasi. Adapun pada saat yang hampir bersamaan di jazirah Arab muncul kisah-kisah 1001 malam, seperti Aladin ataupun Petualangan Sinbad yang penuh dengan elemen-elemen supernatural dengan pengaruh budaya Arab. Namun, meski popularitasnya sempat memudar seiring berjalannya waktu, bukan berarti kisah-kisah tersebut hilang dari peredaran.

Pada abad ke-19, kisah bergenre itu muncul dalam karya-karya penyair besar, seperti Samuel Coleridge, William Blake, dan John Keats.

Namun, berbeda dengan periode sebelumnya, konsep fantasi pada era tersebut berkaitan erat dengan imajinasi kreatif seorang penulis ketimbang kepercayaan terhadap hal-hal mistis (Manlove, 259). Konsep inilah yang bertahan hingga sekarang yang melahirkan karya-karya, seperti Alice’s Adventure in Wonderland (1865) dari Lewis Caroll; trilogi LOTR (1954-55) milik JRR Tolkien; seri Chronicles of Narnia-nya CS Lewis (1950-1956); hingga Harry Potter yang fenomenal serta trilogi His Dark Material yang kontroversial karya JK Rowling dan Phillip Pullman.

Menuju pencerahan

Keberadaan karya-karya tersebut, kendati masih sering kali dikategorikan dalam sastra anak-anak, bukan berarti tidak berbobot dan mencerahkan seperti karya-karya sastra nonfantasi lainnya. Cerita dengan setting imajiner pun tetap bisa memuaskan kebutuhan intelektual maupun spiritual pembacanya melalui interprestasi atau pemaknaan mendalam terhadap berbagai karakter, simbol, dan tema kisah itu sendiri.

Semua penjelasan itu memberi kita alasan mengapa sastra fantasi (walau tak harus diikuti pembuatan filmnya) tidak hanya populer saat ini, tetapi juga berfungsi mencerahkan. Memberi alternatif intelektual bahkan spiritual bagi manusia zaman kini yang kian rancu dalam standar moral dan goyah dalam menghadapi kekinian maupun masa depannya.
More aboutPencerahan bagi Kemiskinan Fantasi

Sastrawan, Buku, dan Imajinasi

Diposkan oleh Heri Noto

Sastrawan, Buku, dan Imajinasi

Dalam dunia kepenulisan, totalitas pengarang adalah sebuah keinginan untuk tidak memenjarakan imajinasi. Lidah para sastrawan menjadi jembatan penghubung dunia imajinal ke dunia kenyataan. Keberhasilan memainkan imajinasi menjadi harga mati yang harus dipertaruhkan seorang pengarang. Tidak banyak yang bisa mengeksplorasi cerita menjadi mahakarya yang tak tertandingi. Dari yang sedikit itu, kita diperkenalkan dengan Karl May dengan seri Winnetow-nya, J.K. Rowling dengan serial sihir Harry Potter yang benar-benar menyihir. Dari dalam negeri muncul Agus Sunyoto dengan serial sufisme kontroversial, Syech Siti Jenar (Suluk 1-7), Pramoedya Ananta Toer dengan roman Tetralogi Buru-nya, dan segudang pengarang lain.

Tetapi, yang lebih penting dari itu semua bukanlah karya yang dihasilkan, melainkan lika-liku dan proses panjang yang ditempuh pengarang atas hasil kepengarangannya. Proses yang dilalui pengarang sudah seharusnya menjadi perhatian utama kita. Karena ketika pembaca melihat proses pengarang, maka ia akan belajar lebih banyak dari sana. Kita juga akan tahu bahwa menulis bukanlah sebuah permainan sulap, bim salabim yang sekonyong-konyong ada menurut yang kita kehendaki. Mereka (pengarang) mengalami proses dan tahapan-tahapan yang akhirnya akan sampai pada suatu tahap akhir dari seluruh penyerahan totalitas hidupnya. Karya mereka tidaklah muncul dari arena magis atau semudah kita membalik tangan. Mereka harus melalui proses panjang yang berliku dan terjal. Perlu kesabaran, keuletan dan ketelatenan yang tinggi. Ibarat ulat yang bermula dari kepompong yang pada tahap akhirnya ia akan ber-metamorfosis menjadi kupu-kupu. Tidak berhenti di situ, seorang pengarang punya tanggung jawab besar atas apa yang ia tulis.

Menurut kabar, hingga buku ketujuh ini, oplah penjualan buku Harry Potter mencapai 400 juta eksemplar dan diterjemahkan dalam 64 bahasa. Kiprah petualangan Harry Potter selama satu dasawarsa ini memang telah menyihir ruang baca anak-anak dan siapa saja. Kisahnya terus bersambung hingga sang pengarang memutuskan untuk menghentikan petualangan Harry pada seri ketujuh. Alasannya, pada awal cerita memang setting terakhir telah ditetapkan. Rowling juga ingin seperti pengarang-pengarang lain yang sering membunuh para tokoh rekaannya dengan tujuan agar tidak ada yang menulis kisah pertualangannya yang baru.

Namun, di balik kisah kesuksesan sebuah buku, termasuk Harry Potter, ada saja ulah yang diperlihatkan mereka yang sinis terhadap sebuah karya monumental. Dalam bukunya Aku Ingin Bunuh Harry Potter (Dar! Mizan, November 2007), Hernowo mengungkap perdebatan hebat kalangan ortodoks yang tidak menyukai cerita Harry Potter. Kaum ortodoks Kristen menuduh Rowling mengarahkan anak-anak untuk mempercayai sihir. Dengan asumsi sihir dalam Harry Potter diduga bisa memengaruhi jiwa dan mental anak ke dalam perilaku yang tak masuk akal. Tetapi, Rowling menampik tuduhan itu. Ia menyangkal, justru novelnya itu dapat menumbuhkan kembali minat baca anak-anak, umumnya masyarakat luas. Bukan sebaliknya.

Saya juga teringat dengan fenomena The Satanic Verses-nya Salman Rushdie. Novelis Pakistan keturunan India ini terpaksa harus mengasingkan diri, hidup berpindah-pindah dan rela bersembunyi demi keselamatan hidupnya selama beberapa tahun karena kontroversi novel yang ia tulis. Terutama di negaranya yang mayoritas muslim. Novel yang membuatnya meraih Whitebread Prize 1988 itu harus dibayar dengan harga mahal. Rushdie harus rela dicap kafir oleh mayoritas muslim ketika itu. Karena ia begitu berani bermain-main lewat imajinasinya dengan memasukkan sosok Nabi dalam novel yang ia tulis. Dalam novel tersebut ia dituduh telah menghina dan melecehkan Nabi. Gara-gara novel itu sampai-sampai darahnya halal alias nyawanya terancam. Pemimpin spiritual Iran, Khomeini, menghargai kepalanya dengan uang yang menggiurkan bagi siapa saja yang berhasil membunuh Rusdhie.

Begitu pula apa yang dialami sederet penulis Mesir, seperti Naguib Mahfouz, Nawal El-Sadawi, dan Nasr Hamid Abu Zaid. Mereka dikecam di dalam negeri karena begitu bebas dan berani bermain dengan imajinasi. Menulis dan menyibak sesuatu yang dianggap tabu oleh masyarakat, sehingga mengalami penentangan keras di mana-mana. Bahkan Nasr Hamid diusir dari negeri tempat ia lahir dan dibesarkan. Tidak berhenti di situ, ia dipaksa cerai dengan istri yang dicintainya.

Tak jauh dengan pengalaman di luar negeri, di dalam negeri hal serupa juga dialami sastrawan Pramoedya Ananta Toer. Pram dan novelnya dituduh sebagai penyebar paham komunisme. Buku Pram mendapatkan kecaman dan juga pembrendelan di mana-mana. Ia dan genre sastranya, realisme-sosial, selalu diidentikkan dengan komunis. Dengan tuduhan inilah Pram harus menghabiskan separo hidupnya di dalam pengabnya penjara. Tiga tahun dalam penjara kolonial, satu tahun pada masa Orde Lama dan 14 tahun dipenjarakan tanpa melalui proses pengadilan oleh rezim Orde Baru.

Tetapi, walau begitu, karya sastra terus ditulis dan dipublikasikan sampai suatu saat nanti ajal menjemput mereka. Karya mereka akan tetap eksis dan hidup di hati para pembaca. Bagi mereka, kemerdekaan berpikir adalah hak asasi yang tak bisa dirampas dan dikekang, bahkan oleh penguasa sekalipun. Oleh karena itu, lebih dari sekadar menulis, saya yakin sesungguhnya yang mereka lakukan jauh dari hal main-main. Tulisan mereka hadir karena gerak jiwa dan keteguhan sikap dalam merespons ketimpangan-ketimpangan sosial yang terjadi di sekeliling mereka. Misi mulia ini seharusnya selalu ada, hidup di hati dan senantiasa memperteguh jiwa para penulis. Saya jadi teringat kata-kata sang Hujjatul Islam, Al-Gazali: "Jika engkau bukanlah anak raja juga bukan anak ulama' besar, maka jadilah penulis.'' (*)
More aboutSastrawan, Buku, dan Imajinasi

Buku-Buku Paling Dikecam

Diposkan oleh Heri Noto

Buku-Buku Paling Dikecam

Asosiasi Perpustakaan Amerika belum lama ini mengadakan polling seputar buku-buku yang paling dikecam di abad 21. Hasilnya cukup mencengangkan. Betapa tidak, buku serial Harry Potter karangan JK Rowling berada di urutan terdepan di kategori ini. Salah satu buku terlaris sepanjang sejarah ini dianggap banyak orang, terutama para orang tua, tidak pantas dibaca mengingat di dalamnya mengajarkan ilmu sihir pada anak-anak.

Pada daftar berikutnya ada John Steinbeck yang hasil karyanya, Of Mice and Men, diprotes karena memasukkan unsur rasisme dan kata-kata kotor. Selanjutnya terdapat nama Robert Cormier yang dituding menyebarkan paham anti-keluarga melalui buku senarai Captain Underpants yang dikarangnya.

Fenomena yang terjadi di negeri Paman Sam itu merupakan cermin dari tingginya responsibilitas (apresiasi) khalayak pembaca terhadap hasil karya seorang penulis (buku). Kita kembali diingatkan bahwa menulis buku bukan melulu perkara imajinasi dan kreativitas belaka, namun juga harus dilandasi kesadaran bahwa sebuah buku pada akhirnya akan dikonsumsi dan dinilai oleh publik. Konsekuensinya, respons masyarakat akan menakar: apakah ia positif atau buruk untuk dibaca. Kendati, tak selamanya kecaman terhadap sebuah karya menentukan laris-tidaknya buku tersebut di pasaran.

Sejarah bahkan membuktikan, ada beberapa buku yang ramai dikutuk justru kian membuat ia laku terjual. Ada keingintahuan dan rasa penasaran yang besar tatkala sebuah buku didaftarhitamkan oleh pihak tertentu. Kita masih belum lupa saat rezim Orde Baru mengubur buku-buku revolutif karya Soekarno dengan cara melarangnya untuk dijual bebas. Buku sejenis ini, antara lain Di Bawah Bendera Revolusi, makin diburu oleh khalayak meskipun harus lewat jalur pemasaran ''bawah tanah''. Siasat ''tiarap'' acap menjadi pilihan pasar menghadapi represi yang diberlakukan pihak-pihak tertentu, termasuk penguasa. Ki Pandji Kusmin dengan karyanya, Langit Makin Mendung, layak digolongkan dalam kategori ini.

Yang jelas, persoalan kecam-mengecam buku seperti ini sebenarnya langgam lawas yang pasti akan terus berulang. Sebab, penilaian seseorang atau sebuah pihak hanyalah mewakili sentimen subjektif dan terkesan sepihak. Tergantung siapa yang menilai dan apanya yang dinilai. Dan, setiap penilaian, apa pun itu, sah-sah saja sejauh ia bisa dipertanggungjawabkan alasannya. Karena itu, siapa pun berhak melakukan pengutukan. Dan tentu yang diharapkan adalah mengecam dengan cara yang elegan, yakni karya dilawan dengan karya. Bukan aksi pengecut yang cenderung hipokrit: mengecam karya sementara ia tak bisa berbuat apa-apa.

Fenomena yang menimpa penerbit LKiS dan sejumlah penerbit di Jogja mungkin relevan dengan konteks ini. Sejak beberapa tahun lampau, kalangan penerbit Jogja sering dicap sebagai ''lumbung'' dari mekarnya pemikiran sosial keagamaan yang kritis, nakal, dan kekiri-kirian. Buah pena penulis-penulis ''oposisi'' Timur Tengah semisal Nashr Hamid Abu Zayd, Ali Harb, Abdullahi Anna'im, Abid Aljabiri, Muhammad Syahrur, hingga Mohamed Arkoun, bisa leluasa dinikmati publik, antara lain berkat keberanian penerbit-penerbit Jogja dalam memperkenalkan cakrawala pemikiran baru ke hadapan pembaca.

Bagi sebagian pihak, terutama kalangan muslim tekstualis, upaya ini dirasa patut dikecam lantaran diartikan sebagai upaya ''sekularisasi Islam''. Sementara di sebagian pihak yang lain, justru memuji hal itu sebagai dinamisasi pemikiran keislaman yang kaya warna. Sekadar contoh, buku Fiqih Lintas Agama yang oleh sebagian pihak diikhtiarkan sebagai kran pembuka bagi dialog antaragama, justru divonis pihak lain sebagai buku ''tabu'' yang harus ditutup rapat.

Membincang pengecaman buku sama halnya dengan berbicara tentang kontroversi. Sebuah kontroversi menoleransi munculnya dua sisi penilaian, hitam dan putih. Bergantung dari terminal pemikiran mana ia mengapresiasinya. Kecaman Taufiq Ismail terhadap maraknya karya sastra yang ia sebut beraliran SMS (Sastra Mazhab Selangkangan) yang dipunggawai Hudan Hidayat, Ayu Utami, dan kawan-kawan, tentu tak akan pernah sealur dengan optik penilaian yang dipakai para penentangnya. Mereka berpandangan sastra adalah khazanah nirbatas, termasuk batas moral sekalipun. Beberapa tahun silam, trilogi Ronggeng Dukuh Paruk karya fenomenal Ahmad Tohari pun tak luput dari kecaman. Sejumlah guru sekolah menilai novel sastrawan asal Banyumas ini diwarnai dengan ''visualisasi'' adegan mesum yang tak laik dibaca anak usia sekolah. Walaupun kita tahu, karya ini termasuk di antara karya terbaik jagad kesusasteraan Nusantara, toh tak luput dari kecaman.

Awal 2000-an, kejutan dibuat oleh Hartono Ahmad Jaiz. Dua seri bukunya bertajuk Bahaya Pemikiran Gus Dur: Menyakiti Hati Rakyat serta Belitan Tasawuf Iblis: Gus Dur Wali? menyentak kaum nahdliyyin. Pelbagai kecaman serta-merta dialamatkan kepada Hartono. Namun ia bergeming karena merasa apa yang ditulisnya mewakili kebenaran, paling tidak versi dirinya pribadi. Bahkan tak lama berselang ia bersama Abdurrahman Almukaffi membidani dirilisnya buku Rapot Merah Aa Gym: MQ di Penjara Tasawuf. Giliran komunitas pemuja Aa Gym yang berang dan membalas dengan buku yang menggugat balik kebenaran argumentasi Hartono cs.

Yang perlu dicermati, kecaman tak selalu berarti genta kematian bagi para penulis. Aidh Al-Qarni dulu dikecam habis oleh otoritas ulama Arab Saudi. Ia dianggap sok tahu dan masih ''anak ingusan''. Namun pasar membuktikan, karya-karya Al-Qarni, antara lain La Tahzan, mampu menjadi karya terlaris di Timur Tengah. Bahkan best seller di banyak negara Islam, termasuk Indonesia.

Sekali lagi, pada batas tertentu, mengecam sebuah buku boleh saja dilakukan. Apalagi demi alasan perbaikan. Para pemerhati dan praktisi pendidikan ramai-ramai mengecam buku-buku pelajaran yang diterbitkan pemerintah pusat yang selama ini dipandang memandulkan kreasi siswa, kering, seragam, dan monoton. Tapi, sampai sekarang, pemerintah tak melakukan revisi yang memadai. Untuk kemajuan, kecaman serupa ini malah harus terus digemakan.

Selama ini unsur SARA (suku, agama, dan ras), moral, pendidikan, dan seksualitas masih menjadi barometer guna mengukur responsibilitas kaum pembaca buku. Harus tertanam kehati-hatian agar penulis tak tergelincir untuk mempermainkan zona yang dianggap berbahaya, semisal batas-batas akidah. Tentu kita masih ingat buku Ayat-Ayat Setan yang dianggap melecehkan pakem keyakinan umat muslim. Jika hal ini yang terjadi, bukan hanya karyanya yang diberangus. Namun sang penulis, Salman Rushdie harus terancam kenyamanan hidupnya karena terus diburu dan dijadikan target pembunuhan.
More aboutBuku-Buku Paling Dikecam

Rising Star Tampil Bersinar

Diposkan oleh Heri Noto

Rising Star Tampil Bersinar
Lupakan sejenak si kembar Olsen, Mischa Barton, Lindsay Lohan, dan Paris Hilton yang selama ini sering dijadikan fashion icon. Sekarang ada bintang-bintang baru yang mulai bersinar dengan style yang nggak kalah seru tentunya. Di deretan artis pendatang baru yang merebut perhatian itu, ada AnnaSophia Robb, Miley Cyrus, Selena Gomez, Demi Lovato, dan Emma Watson.

Meski masih remaja, penampilan mereka bisa disejajarkan dengan bintang-bintang lain yang lebih dulu muncul. Posisi sebagai public figure memang menuntut mereka untuk selalu siap dengan jepretan kamera paparazi.

Nah, bukan nggak mungkin gaya mereka bisa jadi inspirasi buat kamu. Yuk, kita kulik satu per satu. Mulai gaya dandan AnnaSophia Robb, bintang yang bermain dalam Bridge to Terabithia.

Artis yang memulai debut karirnya sejak 2004 itu cenderung memilih gaya girlie untuk urusan penampilan. Misalnya, dress hitam kombinasi merah dan biru ini. Dengan bahan mengilap, penampilan Anna terlihat bersinar.

Namun, bukan berarti cewek kelahiran 1992 itu nggak bisa tampil sporty. Anna juga pernah bergaya boyish dengan warm jacket abu-abu dipadu legging dan bot hitam.

Dari AnnaSophia Robb, kita beralih ke Miley Cyrus. Aktris remaja yang melejit lewat perannya di serial Hannah Montana tersebut memang dikenal ceria dan murah senyum. Keceriaan gadis yang sering disapa Miley itu juga terlihat dari gaya busananya.

Warna-warna cerah jadi pilihan Miley dalam bergaya. Misalnya, tube dress warna jingga berdetail pita dan peasant. Miley juga kerap mengenakan aksesori yang match dengan busana. Misalnya, gelang dan clucth bag.

Jika Miley suka warna-warna cerah, Emma Watson, pemeran Hermione Granger dalam serial Harry Potter, lebih memilih warna hitam untuk gaunnya. Kebetulan, gadis 18 tahun itu biasa tampil kasual dalam keseharian. Namun, dalam perayaan ultahnya yang ke-18, Watson tampil cantik dengan balutan dress hitam. Dia melengkapi penampilannya dengan high heels dan sling bag yang juga hitam.

Next, De-Style punya Demi Lovato. Cewek yang mulai berakting di usia 6 tahun dalam Barneys & Friends itu punya style yang tomboi abis. Sepintas gaya Demi mirip Ashley Simpson. Namun, Demi bisa dibilang sedikit lebih "manis". Suatu kali, Demi bergaya boyish lewat paduan kemeja, vest, dan dasi kupu-kupu.

Di kesempatan lain, Demi ingin tampil lebih "manis". Gadis 16 tahun yang juga piawai menyanyi dan menulis lagu tersebut mengenakan dress polkadot hitam dipadu bolero kuning. Belt tipis disematkan di pinggang. Demi menambahkan big bangle kuning untuk mempermanis tampilannya.

Sementara itu, sobat Demi yang bermain bersama dalam Barneys & Friends, Selena Gomez, suka berdandan kasual. Skinny jeans menjadi pilihan utama cewek kelahiran New York itu. Selena sering memadukan skinny jeans dengan kaus dan vest. Untuk acara resmi, Selena masih memercayakan penampilannya pada skinny kesayangannya. High heels dimanfaatkan untuk mengakali kesan terlalu santai.

Hmm... gimana nih? Gaya para pendatang baru di atas bisa dijadikan inspirasi gaya barumu, bukan? Selamat mencoba.
More aboutRising Star Tampil Bersinar

THE CHANGCUTERS

Diposkan oleh Heri Noto


Grup band The Changcuters, ibarat mendapat durian runtuh. Album pertamanya Mencoba Sukses, menghantarkannya ke kesuksesan sebenarnya. Lagu Racun Dunia dan I love You Bibeh, menduduki top chart radio terkemuka Jakarta. Sukses band asal Bandung ini berlanjut dengan membintangi film The TariX JabriX. Lewat album pertamanya itulah The Changcuters menggila menebar racun.

Satu kalimat yang tepat untuk grup band The Changcuters adalah, gila, jenaka ancur (hancur). Grup yang dibentuk tahun 2004 ini diawaki Tria (vokal), Qibil (gitar), Alda (gitar), Dipa (bas) dan Erick (dram). Meski mereka telah meraih sukses, tapi tetap rendah hati. Saat mengunjungi tabloid XO, Rabu (7/5), lima personel The Changcuters ini sangat bersahabat dan akrab. Wawancara dan pemotretan pun berjalan lancar, diiringi gelak tawa seakan tak ada habisnya.

Keceriaan, humor dan gaya canda ada pada mereka. Terbukti ketika mereka datang ke redaksi XO, ada-ada saja obrolan dan tingkah laku jenaka. Ada yang cuek ganti celana dan memamerkan pakaian dalamnya. Mengawali pembicaraan tentang film The TariX JabriX, Tria, Dipa, Qibil, Erik dan Alda menuturkan pengalaman akting mereka masing-masing. “Wah, banyak yang berubah. Salah satunya, kulit saya tambah hitam,” tutur Tria.

Lain lagi penuturan Qibil, agak sulit berbicara serius dengan mereka. Namun pengalaman paling berharga saat bermain film, menurut mereka adalah tambah ilmu, khususnya akting, teman dan pengalaman. “Satu lagi jadi tambah nomor telepon artis, he he he,” tambah Tria sambil tertawa.

Mencoba dunia akting tentu bukan satu-satunya alasan The Changcuters untuk ikut bergabung dalam film The TariX JabriX. Media film salah satu tempat untuk memromosikan albumnya. Itu hal utama yang membuat mereka berminat bergabung di film komedi itu. “Tujuan awal bekerjasama memang promosi album. Makanya lagu kita dipakai untuk soundtrack-nya, dan ini pertamakalinya kan band promosi lewat media film. Akhirnya berhasil, dan hasilnya memuaskan, Alhamdulillah,” ujar Tria.

Kendati bermain film semakin membuat mereka tenar, tapi tidak membuat mereka lupa diri bahwa mereka adalah pemain band. Perhatian dan keseriusan mereka lebih besar di musik dibanding film. “Kita akan tetap serius di musik. Karena kita memang lahir, dipertemukan dan dibesarkan di dunia musik,” jelas Tria.

Doa Restu Orangtua

Ketenaran tak membuat mereka tinggi hati. Rasa syukur tak terkira selalu mereka kedepankan. Apalagi buah keberhasilan ini tak lepas dari doa dan restu orangtua. Tujuan masing-masing personel sama, membuat orangtua bahagia. “Kita bisa begini tak lepas dari doa restu orangtua. Membahagiakan orangtua tidak harus dengan memberinya materi. Tapi bagaimana kita membuat orangtua bangga dan bahagia,” tutur Tria.

Menurut Tria, sejauh ini orangtua mereka memang sangat bangga dan bahagia. “Buktinya saat kita muncul di televisi, orangtua kita bercerita kepada tetangga. ‘Eh, itu anak saya ada di teve’. Itukan namanya kita dibanggakan, he he he,” kata Tria setengah berkelakar.

Sejenaka-jenakanya, saat menuturkan merintis karier hingga seperti sekarang, mereka sangat serius. Mata mereka terlihat agak berkaca-kaca saat berbicara tentang orangtua masing-masing. “Membanggakan orangtua penting banget ya, meskipun membanggakan orangtua nggak harus menjadi seperti ini. Tapi ridho orangtua sangat penting, kita tak pernah bisa membalas apa yang sudah diberikan orangtua kepada kita. Meski sibuk, sebisa mungkin kalau ada waktu kosong kita habiskan bersama orangtua,” kata Qibil.

Serius Bermusik

Keseriusan dalam bermusik sebenarnya sudah terlihat sejak The Changcuters berdiri. Sejak itu hingga sekarang mereka tetap solid dan eksis meskipun hanya dikenal oleh komunitas mereka. Terbentuknya The Changcuters berawal dari persahabatan Tria, Qibil dan Dipa yang pada tahun 2000 kuliah di Universitas Negeri Padjajaran Bandung.

Sejak kuliah di satu perguruan tinggi Bandung itu, mereka sangat gemar nonton acara-acara pentas musik yang sedang ramai di Bandung. Bosan hanya sebagai penonton, keinginan untuk ditonton pun muncul. Hingga akhirnya pada suatu malam, Tria, Qibil dan Dipa mengajak Erik dan Alda, membentuk grup band, yang berbeda dari band-band yang sudah ada.

Nama The Changcuters dipilih secara spontan, diambil dari nama teman SMP Qibil, yaitu Cahya yang nama panggilannya adalah Cangcut. “Si Cangcut itu tingkahnya ada-ada saja. Orangnya seru gitu. Akhirnya saya, Dipa dan Qibil memutuskan untuk membentuk grup band beraliran rock’n roll, dengan nama The Changcuters,” ungkap Tria.

Pengalaman manggung di berbagai audisi juga dijadikan penyemangat mereka untuk band bentukannya. “Dulu kita sering manggung bawain lagu sendiri. Bukan gaya-gayaan, tapi memang takut salah kalau bawain lagu orang he he he,” ujar Qibil.

Senang bercanda dan cuek ternyata membawa pengaruh positif untuk karier musik mereka. “Kita memang senang bercanda, jadinya membuahkan hasil positif, nggak kaku dan lebih gampang kerjasama. Tapi meski senang becanda kita serius kok di musik,” ujar Tria.

Begitu juga soal kepindahan mereka dari indie label ke major label. Karena habis kontrak dengan label indie terdahulunya, lalu mereka ditawari bergabung dengan salah satu major label setelah melihat performance mereka di televisi. “Kita nggak pernah mengkotak-kotakkan indie label dengan major label. Semuanya kita anggap sebagai jembatan untuk kerjasama. Kita sebagai sebuah band memang harus maju,” ujar Tria.

Dipa menambahkan, meskipun berlabel major mereka tetap merasa, musik mereka tetap indie dan yakin tidak pernah ditinggalkan penggemarnya meski kini di label major. Lirik lagu yang unik dan ceplas-ceplos diakui mereka tidak pernah terinspirasi dari apa-apa. “Kita selalu spontan membuat lagu, to the point aja, nggak perlu susah-susah. Kita pernah buat lagu lima menit jadi. Tapi ada juga yang sudah dibuat setahun nggak jadi-jadi,” tambah Dipa.

Sama seperti lagu hit mereka Racun Dunia, muncul karena kekagumannya akan kehebatan wanita yang selalu bisa menaklukkan laki-laki sehebat apapun. Hingga sekarang mereka tetap mengakui itu.

Band Legendaris

Ingin dikenang dan menjadi band legendaris seperti The Beatles atau Bob Marley, merupakan obsesi jangka panjang band asal Bandung ini. “Kalau kita sih pengin banget tetap eksis sampai mati di band dan menjadi legenda. Kalau suatu hari saya sudah nggak bisa nyanyi, saya akan tetap nyanyi walaupun pakai bahasa isyarat, ha ha ha,” ujar Tria yang senang dengan potongan rambut mirip Jim Carey di film Ace Ventura.

Untuk tetap solid dan menjadi legenda bukan hal mudah. Mereka juga tidak menampik perselisihan di antara mereka pasti ada. “Kalau berantem-berantem kecil sih pasti ada. Tapi kita selalu menyelesaikan dengan komunikasi. Meskipun sudah tusuk-tusukan pakai pisau, ha ha ha… nggak ding becanda,” imbuh Dipa.

Ada lima kiat khusus untuk menjaga kekompakan. Menurut Dipa; istirahat yang cukup kalau ada waktu luang. Tria melanjutkan; jangan sampai perut kosong. Qibil sendiri menyebutkan; minumlah vitamin untuk menjaga stamina. Alda tak mau kalah; harus meminta ridho orangtua. Kiat paling beda dikatakan Erick. “Satu lagi, jangan lupa mengerjakan LKS (Lembar Kerja Siswa), khususnya anak-anak sekolah. Mudah-mudahan sukseslah,” katanya tanpa tertawa sedikitpun.

Itulah tingkah laku kocak dan dan kata-kata mereka yang apa adanya. Tapi tentang totalitas dan eksistensi menjadi legenda, menjadi mimpi manis mereka dikemudian hari.
More aboutTHE CHANGCUTERS

kejadian gerhana matahari

Diposkan oleh Heri Noto

Gerhana matahari terjadi ketika posisi Bulan terletak di antara Bumi dan Matahari sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya Matahari. Walaupun Bulan lebih kecil, bayangan Bulan mampu melindungi cahaya matahari sepenuhnya karena Bulan yang berjarak rata-rata jarak 384.400 kilometer dari Bumi lebih dekat dibandingkan Matahari yang mempunyai jarak rata-rata 149.680.000 kilometer.

Gerhana matahari dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu: gerhana total, gerhana sebagian, dan gerhana cincin. Sebuah gerhana matahari dikatakan sebagai gerhana total apabila saat puncak gerhana, piringan Matahari ditutup sepenuhnya oleh piringan Bulan. Saat itu, piringan Bulan sama besar atau lebih besar dari piringan Matahari. Ukuran piringan Matahari dan piringan Bulan sendiri berubah-ubah tergantung pada masing-masing jarak Bumi-Bulan dan Bumi-Matahari.

Gerhana sebagian terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Pada gerhana ini, selalu ada bagian dari piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan.

Gerhana cincin terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Gerhana jenis ini terjadi bila ukuran piringan Bulan lebih kecil dari piringan Matahari. Sehingga ketika piringan Bulan berada di depan piringan Matahari, tidak seluruh piringan Matahari akan tertutup oleh piringan Bulan. Bagian piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan, berada di sekeliling piringan Bulan dan terlihat seperti cincin yang bercahaya.

Gerhana matahari tidak dapat berlangsung melebihi 7 menit 40 detik. Ketika gerhana matahari, orang dilarang melihat ke arah Matahari dengan mata telanjang karena hal ini dapat merusakkan mata secara permanen dan mengakibatkan kebutaan.
More aboutkejadian gerhana matahari

kejadian gerhana matahari

Diposkan oleh Heri Noto

Gerhana matahari terjadi ketika posisi Bulan terletak di antara Bumi dan Matahari sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya Matahari. Walaupun Bulan lebih kecil, bayangan Bulan mampu melindungi cahaya matahari sepenuhnya karena Bulan yang berjarak rata-rata jarak 384.400 kilometer dari Bumi lebih dekat dibandingkan Matahari yang mempunyai jarak rata-rata 149.680.000 kilometer.

Gerhana matahari dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu: gerhana total, gerhana sebagian, dan gerhana cincin. Sebuah gerhana matahari dikatakan sebagai gerhana total apabila saat puncak gerhana, piringan Matahari ditutup sepenuhnya oleh piringan Bulan. Saat itu, piringan Bulan sama besar atau lebih besar dari piringan Matahari. Ukuran piringan Matahari dan piringan Bulan sendiri berubah-ubah tergantung pada masing-masing jarak Bumi-Bulan dan Bumi-Matahari.

Gerhana sebagian terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Pada gerhana ini, selalu ada bagian dari piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan.

Gerhana cincin terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Gerhana jenis ini terjadi bila ukuran piringan Bulan lebih kecil dari piringan Matahari. Sehingga ketika piringan Bulan berada di depan piringan Matahari, tidak seluruh piringan Matahari akan tertutup oleh piringan Bulan. Bagian piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan, berada di sekeliling piringan Bulan dan terlihat seperti cincin yang bercahaya.

Gerhana matahari tidak dapat berlangsung melebihi 7 menit 40 detik. Ketika gerhana matahari, orang dilarang melihat ke arah Matahari dengan mata telanjang karena hal ini dapat merusakkan mata secara permanen dan mengakibatkan kebutaan.
More aboutkejadian gerhana matahari

Kisah yang mengharukan... ( kisah nyata )

Diposkan oleh Heri Noto on Sabtu, 27 September 2008

Cerita di bawah ini mengingatkan kita untuk semakin dan mencintai lebih dalam kepada Tuhan.

Diambil dari cerita nyata..

Ada seorang bocah kelas 4 SD di suatu daerah di Milaor Camarine Sur, Filipina, yang setiap hari mengambil rute melintasi daerah tanah yang berbatuan dan menyeberangi jalan raya yang berbahaya dimana banyak kendaraan yang melaju kencang dan tidak beraturan.

Setiap kali berhasil menyebrangi jalan raya tersebut, bocah ini mampir sebentar ke Gereja tiap pagi hanya untuk menyapa Tuhan, sahabatnya.
Tindakannya ini selama ini diamati oleh seorang Pendeta yang merasa terharu menjumpai sikap bocah yang lugu dan beriman tersebut.

"Bagaimana kabarmu, Andy? Apakah kamu akan ke Sekolah?"

"Ya, Bapa Pendeta!" balas Andy dengan senyumnya yang menyentuh hati Pendeta tersebut.

Dia begitu memperhatikan keselamatan Andy sehingga suatu hari dia berkata kepada bocah tersebut, "Jangan menyebrang jalan raya sendirian, setiap kali pulang sekolah, kamu boleh mampir ke Gereja dan saya akan memastikan kamu pulang ke rumah dengan selamat."

"Terima kasih, Bapa Pendeta."

"Kenapa kamu tidak pulang sekarang? Apakah kamu tinggal di Gereja setelah pulang sekolah?"

"Aku hanya ingin menyapa kepada Tuhan.. sahabatku."

Dan Pendeta tersebut meninggalkan Andy untuk melewatkan waktunya di depan altar berbicara sendiri, tetapi pastur tersebut bersembunyi di balik altar untuk mendengarkan apa yang dibicarakan Andy kepada Bapa di Surga.

"Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi aku tidak mencontek walaupun temanku melakukannya. Aku makan satu kue dan minum airku. Ayahku mengalami musim paceklik dan yang bisa kumakan hanya kue ini.
Terima kasih buat kue ini, Tuhan! Tadi aku melihat anak kucing malang yang kelaparan dan aku memberikan kueku yang terakhir buatnya.. lucunya, aku jadi tidak begitu lapar.

Lihat ini selopku yang terakhir. Aku mungkin harus berjalan tanpa sepatu minggu depan.Engkau tahu sepatu ini akan rusak, tapi tidak apa-apa..
paling
tidak aku tetap dapatpergi ke sekolah. Orang-orang berbicara bahwa kami akan mengalami musim panen yang susah bulan ini, bahkan beberapa dari temanku sudah berhenti sekolah, tolong Bantu mereka supaya bisa bersekolah lagi.
Tolong Tuhan.

Oh, ya..Engkau tahu kalau Ibu memukulku lagi. Ini memang menyakitkan, tapi aku tahu sakit ini akan hilang, paling tidak aku masih punya seorang Ibu.
Tuhan, Engkau mau lihat lukaku??? Aku tahu Engkau dapat menyembuhkannya, disini..disini.aku rasa Engkau tahu yang ini kan....??? Tolong jangan marahi ibuku, ya..?? dia hanya sedang lelah dan kuatir akan kebutuhan makan dan biaya sekolahku..itulah mengapa dia memukul aku.

Oh, Tuhan..aku rasa, aku sedang jatuh cinta saat ini. Ada seorang gadis yang sangat cantik dikelasku, namanya Anita. menurut Engkau, apakah dia akan menyukaiku??? Bagaimanapun juga paling tidak aku tahu Engkau tetap menyukaiku karena aku tidak usah menjadi siapapun hanya untuk menyenangkanMu. Engkau adalah sahabatku.

Hei.ulang tahunMu tinggal dua hari lagi, apakah Engkau gembira??? Tunggu saja sampai Engkau lihat, aku punya hadiah untukMu. Tapi ini kejutan bagiMu.
Aku berharap Engkau menyukainya. Oooops..aku harus pergi sekarang."

Kemudian Andy segera berdiri dan memanggil Pendeta .

"Bapa Pendeta..Bapa Pendeta..aku sudah selesai bicara dengan sahabatku, anda bisa menemaniku menyebrang jalan sekarang!"

Kegiatan tersebut berlangsung setiaphari, Andy tidak pernah absen sekalipun.

Pendeta Agaton berbagi cerita ini kepada jemaat di Gerejanya setiap hari Minggu karena dia belum pernah melihat suatu iman dan kepercayaan yang murni kepada Tuhan.. suatu pandangan positif dalam situasi yang negatif.

Pada hari Natal, Pendeta Agaton jatuh sakit sehingga tidak bisa memimpin gereja dan dirawat di rumah sakit. Gereja tersebut diserahkan kepada 4 wanita tua yang tidak pernah tersenyum dan selalu menyalahkan segala sesuatu yang orang lain perbuat. Mereka juga mengutuki orang yang menyinggung mereka.

Ketika mereka sedang berdoa, Andypun tiba di Gereja tersebut usai menghadiri pesta Natal di sekolahnya, dan menyapa "Halo Tuhan..Aku.."

"Kurang ajar kamu, bocah!!!tidakkah kamu lihat kalau kami sedang berdoa???!!! Keluar, kamu!!!!!"

Andy begitu terkejut,"Dimana Bapa Pendeta Agaton..??Seharusnya dia membantuku menyeberangi jalan raya. dia selalu menyuruhku untuk mampir lewat pintu belakang Gereja. Tidak hanya itu, aku juga harus menyapa Tuhan Yesus, karena hari ini hari ulang tahunNya, akupun punya hadiah untukNya.."

Ketika Andy mau mengambil hadiah tersebut dari dalam bajunya, seorang dari keempat wanita itu menarik kerahnya dan mendorongnya keluar Gereja.

"Keluar kamu, bocah!..kamu akan mendapatkannya!!!"

Andy tidak punya pilihan lain kecuali sendirian menyebrangi jalan raya yang berbahaya tersebut di depan Gereja. Lalu dia menyeberang, tiba-tiba sebuah bus datang melaju dengan kencang - disitu ada tikungan yang tidak terlihat pandangan. Andy melindungi hadiah tersebut didalam saku bajunya, sehingga dia tidak melihat datangnya bus tersebut. Waktunya hanya sedikit untuk menghindar.dan Andypun tewas seketika. Orang-orang disekitarnya berlarian dan mengelilingi tubuh bocah malang tersebut yang sudah tidak bernyawa lagi.

Tiba-tiba, entah muncul darimana ada seorang pria berjubah putih dengan wajah yang halus dan lembut, namun dengan penuh airmata dating dan memeluk bocah malang tersebut. Dia menangis.

Orang-orang penasaran dengan dirinya dan bertanya,"Maaf tuan..apakah anda keluarga dari bocah yang malang ini? Apakah anda mengenalnya?"

Tetapi pria tersebut dengan hati yang berduka karena penderitaan yang begitu dalam berkata,"Dia adalah sahabatku." Hanya itulah yang dikatakan.

Dia mengambil bungkusan hadiah dari dalam saku baju bocah malang tersebut dan menaruhnya didadanya. Dia lalu berdiri dan membawa pergi tubuh bocah tersebut, kemudian keduanya menghilang. Orang-orang yang ada disekitar tersebut semakin penasaran dan takjub..

Di malam Natal, Pendeta Agaton menerima berita yang sangat mengejutkan.

Diapun berkunjung ke rumah Andy untuk memastikan pria misterius berjubah putih tersebut. Pendeta itu bertemu dengan kedua orang tua Andy.

"Bagaimana anda mengetahui putra anda telah meninggal?"

"Seorang pria berjubah putih yang membawanya kemari." Ucap ibu Andy terisak.

"Apa katanya?"

Ayah Andy berkata,"Dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia sangat berduka. Kami tidak mengenalnya namun dia terlihat sangat kesepian atas meninggalnya Andy, sepertinya Dia begitu mengenal Andy dengan baik. Tapi ada suatu kedamaian yang sulit untuk dijelaskan mengenai dirinya. Dia menyerahkan anak kami dan tersenyum lembut. Dia menyibakkan rambut Andy dari wajahnya dan memberikan kecupan dikeningnya, kemudian Dia membisikkan sesuatu.

"Apa yang dikatakan?"

"Dia berkata kepada putraku.." Ujar sang Ayah. "Terima kasih buat kadonya.
Aku akan berjumpa denganmu. Engkau akan bersamaku." Dan sang ayah melanjutkan, "Anda tahu kemudian semuanya itu terasa begitu indah.. aku menangis tapi tidak tahu mengapa bisa demikian. Yang aku tahu.aku menangis karena bahagia..aku tidak dapat menjelaskannya Bapa Pendeta, tetapi ketika dia meninggalkan kami, ada suatu kedamaian yang memenuhi hati kami, aku merasakan kasihnya yang begitu dalam di hatiku.. Aku tidak dapat melukiskan sukacita dalam hatiku. aku tahu, putraku sudah berada di Surga sekarang.
Tapi tolong Bapa Pendeta .. Siapakah pria ini yang selalu bicara dengan putraku setiap hari di Gerejamu? Anda seharusnya mengetahui karena anda selalu di sana setiap hari, kecuali pada saat putraku meninggal.

Pendeta Agaton tiba-tiba merasa air matanya menetes dipipinya, dengan lutut gemetar dia berbisik,"Dia tidak berbicara kepada siapa-siapa... kecuali dengan Tuhan."
More aboutKisah yang mengharukan... ( kisah nyata )

Buat Sobatku

Diposkan oleh Heri Noto on Senin, 22 September 2008

kisah temanku yang sudah aku catat.
dulu saat masih kelas 6 SD
DARI Muhammad Fauzi

Sebagaimana biasa aku berangkat sekolah naik angkot karena jarak sekolah lumayan jauh. Namaku Muhammad Fauzi panggilannya Muhzi. Aku mudah bergaul dengan siapa saja, jadi temanku ada dari kalangan borjuis dan proletar, konglomerat hingga orang melarat baik cowok maupun cewek. Di sekolah aku terkenal luwes dan mudah bergaul cuma kerugiannya jarang ada cewek yang mau menjadi pacarku, katanya sih... lebih enak jadi sobatku sehingga tak sedikit cewek-cewek yang sebenarnya aku sukai malah ketawa – ketiwi ketika kuutarakan perasaanku terhadapnya. Ukh..!! dianggapnya aku bercanda. Sialan. Dari pengalaman itulah aku akhirnya memutuskan tak lagi mengutarakan isi hati ini, tapi lebih baik berteman saja,teman tapi mesraa..... Di kelas dua ini aku punya teman yang MaCan,manis cantik. Namanya Lidia, biasa aku panggil Dia. Anaknya pinter enak diajak ngobrol bahkan setiap jalan dia pasti ngajak aku, katanya aku cocok banget dengannya bahkan bisa jadi bodyguard. Oleh sebab itu, aku banyak menerima tantangan dari para fans Dia untuk berkelahi, untung saja itu tak pernah terjadi karena pasti ada Dia yang melarangnya dan memusuhi yang berniat jelek terhadapku. ”Hei, ayo naik-naik ” teriak kernet dan beberapa siswa-siswi yang sekejap saja sudah naik satu angkot denganku, tidak sadar aku melamun higga tak tau siapa saja yang naik dan aku dikejutkan oleh pukulan dan sapaan. ”hei, Zi jangan ngelamun aja, mikirin aku ya, masak nggak ketemu dua hari saja sudah sedih” sapa Dia dengan senyum yang ternyata satu angkot denganku. ”eh, Dia. Kok tumben naik angkot, emang sopirmu kemana?”jawabku balik bertanya ”iya nih, tadi sopirku lagi ngejemput nenek di bandara .jadi aku naik angkot tapi aku bersyukur karena bisa ketemu kamu disini, ya kan?!”jawab Dia spontan. Yah, itulah Dia yang tanpa beban ngomong bahkan di depan umum sekalipun. Bagaimana tidak malu aku dirayu cewek cantik yang sampai sekarang Dia hanya berstatus sebagai sahabatku, coba jika pacarku, aku bisa bangga di depan orang-orang, tapi seperti sekarang Dia hanya membuat pipiku merah setiapkali digodanya. Dia sudah mewanti-wantiku sejak awal bersahabat bahwa Dia akan menjadikanku sahabat, tidak lebih. Inilah yang membuat aku remuk redam. ”Hai, Zi nanti pulang sekolah ikut aku kerumah yuk. Aku punya cerita seru tentang cowok yang ngirimin surat ke aku tapi kutolak” ”Ah, kamu tidak ada habis-habisnya nolakin orang, ntar kualat lo kamu”jawabku. ”Yah..., Muhzi. jika aku pacaran, ntar kita nggak bisa bareng lagi dong. terus gimana kalau ada kesulitan pelajaran, ntar kamu tak mau lagi deh ngajarin aku”Dia berseloroh karena sebenarnya yang selalu minta diajari, ya aku. ”Kalo menghina jangan kebangeten neng. Iya aku tau sering diajarimu, tapi swear deh jika kamu memang mau hidup normal seperti yang lain, setelah punya pacar maka aku akan belajar yang rajin hingga bisa mengalahkanmu dan kujamin kamulah nanti yang merengek-rengek minta diajari” aku membela diri. Akhirnya sampai di sekolah kami pun berjalan bersama sambil terus bercanda dan berpisah di kelas masing-masing. Awal kedekatanku dengan Dia memang untuk memacarinya, tapi setelah dekat aku malah takut dan memang Dia enak untuk dijadikan teman, selain kaya dia juga suka membantu seperti sabtu kemarin ketika anak-anak rohis memintaku mencarikan mobil dalam acara tadabur alam, terpaksa deh aku pinjamkan ke Dia dengan syarat akulah yang nyopir setidaknya ikut untuk menjaga mobil. Anak-anak rohis memang sering ngadain acara mulai pengajian hingga acara keluar sekolah, aku sering diajak tapi lebih sering tidak bisa karena sudah ada janji dengan Dia. Janji itu kan hutang daripada berhutang lebih baik aku bayar di depan itu prinsipku. Zainal sangat intens mendekatiku agar selalu ikut acara di Masjid dengan segala cara termasuk dia memintaku untuk jadi bagian dokumentasi karena katanya aku pintar ambil gambar.

Siang itu aku di datangi oleh si Dody anak kelas tiga salah satu fans Lidia. ”Zi tolong aku dong. Kamu kan sahabat Dia. Aku seneng banget sama Dia. Tolong dong sampaikan salam dan suratku”sambil merengek dan mengiba. ”Jika cuma nyampaikan aku tidak keberatan”jawabku ”Jangan begitu dong. Kamu kan juga sudah lama kenal denganku. Kamu juga tau pasti bagaimana karekterku dan sifat-sifatku. Menurutmu apa sih yang kurang padaku, masak tidak bisa menaklukan hati si Lidia?” ”Ya, aku tau itu. Kamu anak orang kaya., lumayan ganteng, pinter, tapi mungkin kamu kurang sabar dan kurang dekat. Dan kuberi tau, siap-siap saja diberi tantangan sama Dia” ”Aku sih sangup saja, asalkan satu. tantangannya jangan main catur denganmu. Karena aku tau kamu paling jago di sekolah ini. Nah sebagai imbalan bantuanmu nih aku beri coklat. Dan jika Dia menerimaku sebagai pacarnya maka aku traktir kamu makan dimana saja, ok?!”. ”Wah, ok banget tuh?!” Aku pun dengan senang memberi harapan apalagi traktirannya. Jujur saja aku juga capek dekat sama Dia hanya sebagai sahabat yang sangat dekat, Aku ingin memutuskan kedekatan dan aku juga sudah ada incaran yang lain. Nah.., sekalian nanti sore Aku ke rumahnya untuk nganterin surat sekalian ngomong tentang cewek yang kuincar. He, he.. satu langkah, dua tujuan terpenuhi.

Sore harinya akupun pergi ke rumah Dia. Disana aku disambut keluarganya dan tak ketinggalan juaga neneknya yang baru datang dari Lampung. Seperti biasa Aku dan Dia duduk di taman rumah yang luas di dekat kolam ikan dengan berbagai hidangan camilan. ”Zi, aku mau cerita nih. Tentang Roni anak kelasmu, dia kemarin menghadangku ketika mau pulang dan dia nyatain cintanya dengan surat dan bunga lagi. Si Roni bagaimana menurutmu?” ”Dia anak yang pintar, baik dan kayaknya pas deh dengan kamu” ”Ha..,aku tau kenapa kamu ngomong begitu karena cerita si Roni, dia sudah tau sifat-sifatku dan karakterku dari kamu. Kamu pasti jadi penasehatnya ya” ”Jika iya, terus bagaiman menurutmu,kamu akan tolak dia?” ”Iya. Karena dia bukan orang yang cocok denganku. Roni terlalu sombong buatku. Aku tidak suka caranya bergaul, terlalu pamer kekayaan”. Sebenarnya tipemu itu yang seperti apa? kucarikan deh” ”Tipeku itu orang yang suka menolong, pintar bergaul, pandai catur, tidak sombong, enak diajak ngomong. Yah... banyak lah. Dan kamu tau aku sudah dapatkan orangnya, nanti kamu bantu aku ya untuk dekat dengan dia” Aku agak deg-degan pada saat itu karena aku mengiranya akulah yang Dia suka ternyata orang lain. Akhirnya aku pun mengiyakan saja dan mendengarkan ocehannya tentang karakter orang yang disukainya yang sepintas memang banyak mirip denganku. ”Baiklah aku bantu, kapan dan siapa, cepetan deh. Dan gantian ya, Aku juga sudah ngincer cewek nih, tapi setelah kamu dapat cowok aja. O, Iya. ngomong-ngomong koleksi surat cintamu sudah berapa?” ”emmm. 50 dengan punya Roni” ”Nih kutambah jadi 51. tadi aku dititipin sama si Dody anak kelas tiga. Coba kamu pertimbangkan siapa tau Dody orang yang cocok untukmu” ”Nah, aku punya akal. Akan aku terima dia asalkan dia bisa mengalahkanmu main catur bagaimana?” ”yah kamu, bagaimana Dody akan menang sedang dia tidak bisa main catur” ”yes, kalo begitu aku tidak menyakiti hatinya dong. Karena akan ku balas surat dia tolong antarkan ya, yang isinya tantangan main catur.” Sambil garuk-garuk kepala akupun tersenyum melihat tingkahnya kegirangan untuk mempermainkan fans-fansnya. ”Dia, sudah sore aku pamit ya. Seminggu ini aku mungkin sibuk bantu Zainal anak mesjid yang mau ngadain acara untuk mengisi liburan minggu depan. Jadi sorry, jika aku jarang menemanimu. Ajak saja orang yang kamu sukai itu. Ini kesempatan untuk tidak terganggu olehku”. ”Yah, aku kan punya rencana ngajak kamu, tidak jadi deh. Tapi nggak apa-apa kok. Makasih ya telah datang” sambil melambaikan tangannya Dia berjalan ke rumahnya. **

Besoknya Zainal sudah mendatangiku dan bercerita tentang persiapan acara yang akan diadakan. ”Zi, kita butuh banyak pemandu untuk adik-adik kelas satu yang ternyata cukup banyak, jadi kemarin aku masukin nama kamu, mau ya?!” pinta zainal. ”Eh, yang bener kamu. katanya aku cuma bagian perlengkapan dan dokumentasi merangkap keamanan. Pemandu berarti kan harus menguasai materi juga. Gila kamu” ”Jangan kuatir Zi, nanti sore ada pembekalan materi oleh ustadz untuk semua pemandu dan panitia. Kamu harus ikut” ”Baiklah”

Sore itu acaraku akhirnya berubah, yang awalnya jadwal main bola ganti ikut pengajian.tragis!. Kalo tidak salah temanya tentang bagaimana berIslam yang baik dan benar oleh ustadz Aryo yang masih muda dan kuliah di Universitas Brawijaya. Begitu banyak penjelasan yang dipaparkan dengan bahasa gaulnya aku jadi bersemangat mengikuti ceramah sore itu tapi ada satu yang membuatku bertanya-tanya terus tentang Islam, disana juga djelaskan bagaimana Islam mengatur segalanya termasuk pergaulan. Dadaku jadi sesak kepalaku jadi pusing dan telingaku jadi merah karena materi yang disampaikan bertolak belakang dengan keseharianku. Aku Islam, sholat, berpuasa dan zakat tapi belum haji apa itu belum cukup. Aku juga sering menolong orang hingga banyak temenku yang menjuluki si Muhzi suka menolong. apa itu juga belum cukup?!. Dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan di benakku. Kuputuskan untuk terus ikut pembekalan itu selama dua hari, karena aku tertarik dengan tema-tema yang disodorkan seperti ”nggak Ngaji Nggak Keren”,”Menjadi Pejuang Sejati”, Cinta nggak gitu Kok”dan terakhir stadium general dimana kita bisa berdiskusi dengan pemateri.

Dari serangkaian materi yang kuikuti membuat aku bimbang dan menyadarai kesalahanku selama ini tentang agamaku sendiri. Ternyata Islam yang kuanut selama ini hanya ritualnya saja sedangkan aturan sosialnya, banyak yang kulalaikan. Semangatku bergelora untuk terjun mencari ilmu hingga aku pun lupa persoalan dengan Lidia dan temen-temen cewekku. Aku sadar pergaulanku ternyata rusak. Akhirnya aku memutuskan untuk berpegang terhadap aqidahku. Ketika rehat kugunakan kesempatan itu untuk berdiskusi dengan Ustadz Aryo. ”Ustadz, Saya punya masalah dengan cewek apa yang harus saya lakukan dan bagaimana caranya?” Dari penjelasan kemarin sudah jelas bagaimana Allah mengaharamkan seorang muslim berduaaan dengan lawan jenis. Jika kita mengaku hamba Allah yang mengharap ridlonya maka tinggalkan semua maksiat dan insyaAllah dibalas dengan yang lebih baik. Nikah adalah solusi dari Islam jika tidak mampu maka berpuasa” ”terus bagaimana cara terbaik agar Saya menjauh darinya” ”Beri penjelasan apa adanya tentang Islam yang telah kamu pahami dan banyaklah bergaul dengan teman-temanmu yang bertaqwa, perbanyak kegiatan yang bermanfaat, istiqomahlah selalu dalam pengajian. Jika bisa temenmu juga kau ajak. Jika dengan cewek lebih baik kamu utarakan lewat surat atau telepon jangan bertemu langsung yang akan membuat hatimu luluh” ”terimakasih ustadz, insyaAllah saya tau sekarang yang benar dan mana yang batil, doakan saya mampu untuk melakukannya”

Aku pun pulang dengan membawa sebuah perubahan drastis dengan satu tekad untuk menegakkan syariatNya, tapi dengan kepala pusing bagaimana cara terbaik untuk memberi tahu temen-temen cewekku terutama Dia?. Akhirnya akupun menulis surat yang intinya tentang perubahanku dan sikapku ke depan. Surat itu sudah aku masukkan dalam amplop serapi mungkin dan besok akan aku berikan langsung ke Dia.

Keesokan harinya aku pun menunjukan perubahan sikap kepada lawan jenis. Dan anehnya begitu juga dengan Dia, tidak biasanya dia serius menghadapiku, kali ini dia sangat serius bahkan tersenyum pun tidak. Apa dia juga ikut ngaji? ”Zi, aku kan pernah janji padamu untuk nunjukin orang yang kusuka. Dan kamu juga berjanji untuk menolongku maka penuhi janjimu dengan antarkan surat ini ke alamat yang sudah tertera di amplop surat itu. Ini juga hari terakhir kita di kelas dua dan setelah liburan kita sudah kelas tiga, aku diajak berlibur ke luar kota dengan keluargaku. Semoga kita masih bisa bertemu ya” ”Baiklah, selamat berlibur dan salam ke semua keluargamu. ”insyaAllah akan kusampaikan” balasku. Tak terasa ada yag berbeda dengan Dia. Kulihat matanya memerah seolah menahan tangisan dan kesedihan dibalik senyumnya.

Surat yang telah kupersiapkan untuk diberikan ke Lidia akhirnya tidak jadi kuserahkan malah aku membuat dosa lagi dengan membantu Dia pacaran, ya Allah ampuni hambamu ini.

Sesampai dirumah setelah makan siang dan berpakaian santai. Kuputuskan untuk mengantarkan suratnya. Kuambil surat yang bealamatkan ”Jl. Diponegoro I no. 15 Perumahan Bumi Asri” alamat yang tidak asing bagiku tapi aku lupa, yang pasti dekat, akhirnya kutanyakan juga ke ibu. ”Bu. Tau perumahan Bumi Asri?” ”ya, komplek ini adalah Bumi Asri” ”terus. jalan diponegoro I” “Jalan rumah kita ini diponegoro I” ”rumah no. 15 punya siapa? ”ya, yang selama ini kamu tempati nomor 15” ”terimakasih bu, bukankah nomor rumah kita 212?” ” kemarin kan ada perubahan penyederhanaan dan penataan ulang nomor rumah oleh kelurahan. Makanya jika pulang ke rumah jangan hanya makan tidur lalu pergi lagi!” jawab ibu. ”maaf deh bu” aku memelas karena disindir kebiasaaku yang hanya menjadikan rumah sebagai tempat istirahat dan makan. Dengan deg-degan aku buka surat yang ternyata dialamatkan untukku. Sambil lari ke kamar tidur aku pun mulai membacanya yang bertuliskan : My dear, Ketika kau baca suratku ini, mungkin aku sudah dalam perjalanan ke Lampung. Mengikuti Papa yang di tugaskan kesana dan surat ini adalah awal perpisahan yang semoga menjadi pertemuan kembali nantinya. Selama seminggu aku tidak bertemu denganmu ada sesuatu yag hilang kurasakan. Hari-hariku terasa hampa tanpa candamu. Tapi aku semakin jatuh jika aku perturutkan, apalagi sekarang kita akan berpisah yang kita tidak tau bisa berapa lama perpisahan ini. Aku ingin mengucapkan terimakasih selama ini yang selalu menyusahkanmu, permohonan maaf sebanyak-banyaknya yang selama ini telah membantumu (maaf kata-katanya banyak yang kebalik karena aku selalu ingin bercanda denganmu). Sampaikan maafku juga pada keluargamu. Zi, maafkan keegoisanku selama ini yang jarang mendengarkanmu dan tidak bisa membantumu mendapatkan cewek yang kamu incar dan bahkan aku tidak ingin melihatmu berhasil karena selama ini aku memendam cintaku padamu. Kutahu kamu tak setampan Roy, tak sekaya Dony dan tak sepintar Roni. Tapi kamulah yang kudambakan, dan aku tau kamu pasti takkan pernah berani mengungkapkannya padaku juga karena dibalik kerianganmu aku tau kamu pemalu. Semoga cewek yang kau incar itu bukan hanya tipu muslihatmu untuk menghiburku agar aku berpaling darimu Terimakasih kau telah warnai hidupku dan telah menjadi tokoh dalam diaryku. Aku tidak mengharap balasan suratmu karena aku tau jawabmu. Yang kuiginkan hanya agar kau tau aku pernah menjadi pengidolamu. Mulai sekarang kenanglah aku sebagai sahabatmu dan pengidolamu yang tidak bisa memilikimu. Carilah cewek yang lebih baik dariku. Dan aku juga mencoba melupakanmu walau kutau takkan pernah bisa, yang pasti aku akan selalu mengenangmu. Semoga kita mendapat yang lebih baik.

Memories never die

Lidia Puspita Ningrum

Tak terasa air mataku menetes kuucapkan selamat tinggal jahiliah dan terimakasih atas pertolonganMu Ya.. Allah. Bring Islam Back !!.
More aboutBuat Sobatku

sebuah kisah nyata dari italia, silahkan anda baca

Diposkan oleh Heri Noto

Pendonor Sumsum Tulang Belakang dan pelaku pemerkosaan


--------------------------------------------------------------------------------


Dibalik cerita Pedonor sumsum tulang belakang dan pelaku pemerkosaan. Di
suatu Koran Itali, muncullah berita pencarian orang yang istimewa 17 Mei
1992 di parkiran mobil ke 5 Wayeli (nama kota, tak tahu aku bener engga
nulisnya), seorang wanita kulit putih diperkosa oleh seorang kulit hitam.
Tak lama kemudian, sang wanita melahirkan seorang bayi perempuan berkulit
hitam. Ia dan suaminya tiba-tiba saja menanggung tanggung jawab untuk
memelihara anak ini. Sayangnya,sang bayi kini menderita leukemia (kanker
darah). Dan ia memerlukan transfer sumsum tulang belakang segera.


Ayah kandungnya merupakan satu-satunya penyambung harapan hidupnya.
Berharap
agar pelaku pada waktu itu saat melihat berita ini, bersedia menghubungi
Dr. Adely di RS Elisabeth. Berita pencarian orang ini membuat seluruh
masyarakat gempar. Setiap orang membicarakannya.Masalahnya adalah apakah orang hitam
ini berani muncul. Padahal jelas ia akan menghadapi kesulitan besar, Jika
ia
berani muncul, ia akan menghadapi masalah hukum, dan ada kemungkinan
merusak
kehidupan rumah tangganya sendiri. Jika ia tetap bersikeras untuk diam,
ia sekali lagi membuat dosa yang tak terampuni. Kisah ini akan berakhir
bagaimanakah ? Seorang anak perempuan yang menderita leukimia ternyata
menyimpan suatu kisah yang memalukan di suatu perkampungan Itali.Martha,
35 thn, adalah wanita yang menjadi pembicaraan semua orang.


Ia dan suaminya Peterson adalah warga kulit putih, tetapi diantara kedua
anaknya, ternyata terdapat satu yang berkulit hitam. Hal ini menarik
perhatian setiap orang disekitar mereka untuk bertanya, Martha hanya
tersenyum kecil berkata pada mereka bahwa nenek berkulit hitam, dan
kakeknya
berkulit putih, maka anaknya Monika mendapat kemungkinan seperti ini.
Musim
gugur 2002, Monika yang berkulit hitam terus menerus mengalami demam
tinggi.
Terakhir, Dr. Adely memvonis Monika menderita leukimia. Harapan
satu-satunya
hanyalah mencari pedonor sumsum tulang belakang yang paling cocok
untuknya.
Dokter menjelaskan lebih lanjut. Diantara mereka yang ada hubungan darah
dengan Monika merupakan cara yang paling mudah untuk menemukan pedonor
tercocok. Harap seluruh anggota keluarga kalian berkumpul untuk menjalani
pemeriksaan sumsum tulang belakang.


Raut wajah Martha berubah, tapi tetap saja seluruh keluarga menjalani
pemeriksaan. Hasilnya tak satupun yang cocok. Dokter memberitahu mereka,
dalam kasus seperti Monika ini, mencari pedonor yang cocok sangatlah
kecil
kemungkinannya. Sekarang hanya ada satu carayang paling manjur, yaitu
Martha
dan suaminya kembali mengandung anak lagi. Dan mendonorkan darah anak
untuK.
Monika. Mendengar usul ini Martha tiba-tiba menjadi panik, dan berkata
tanpa suara "Tuhan..kenapa menjadi begini ?" Ia menatap suaminya, sinar matanya
dipenuhi ketakutan dan putus asa. Peterson mengerutkan keningnya
berpikir.
Dr. Adely berusaha menjelaskan pada mereka, saat ini banyak orang yang
menggunakan cara ini untuk menolong nyawa para penderita leukimia, lagi
pula
cara ini terhadap bayi yang baru dilahirkan sama sekali tak ada
pengaruhnya.
Hal ini hanya didengarkan oleh pasangan suami istri tersebut, dan
termenung
begitu lama. Terakhir mereka hanya berkata, Biarkan kami memikirkannya
kembali.


Malam kedua, Dr. Adely tengah bergiliran tugas, tiba-tiba pintu ruang
kerjanya terbuka, pasangan suami-istri tersebut. Martha menggigit
bibirnya
keras, suaminya Peterson, menggenggam tangannya, dan berkata serius pada
dokter. Kami ada suatu hal yang perlu memberitahumu. Tapi harap Anda
berjanji untuk menjaga kerahasiaan ini, karena ini merupakan rahasia kami
suami-istri selama beberapa tahun. Dr. Adely menganggukkan kepalanya.
Lalu
mereka menceritakan Itu adalah 10 tahun lalu, dimana Martha ketika pulang
kerja telah diperkosa seorang remaja berkulit hitam. Saat Martha sadar,
dan
pulang ke rumah dengan tergesa-gesa, waktu telah menunjukkan pukul 1
malam.
Waktu itu aku bagaikan gila keluar rumah mencari orang hitam itu untuk
membuat perhitungan. Tapi telah tak ada bayangan orang satupun. Malam itu
kami hanya dapat memeluk kepala masing-masing menahan kepedihan.
Sepertinya
seluruh langit runtuh.


Bicara sampai sini, Peterson telah dibanjiri air mata, Ia melanjutkan
kembali . Tak lama kemudian Martha mendapati dirinya hamil. Kami merasa
sangat ketakutan, kuatir bila anak yang dikandungnya merupakan milik
orang
hitam tersebut. Martha berencana untuk menggugurkannya, tapi aku masih
mengharapkan keberuntungan, mungkin anak yang dikandungnya adalah bayi
kami.
Begitulah, kami ketakutan menunggu beberapa bulan. Maret 1993, Martha
melahirkan bayi perempuan, dan ia berkulit hitam. Kami begitu putus asa,
pernah terpikir untuk mengirim sang anak ke panti asuhan. Tapi mendengar
suara tangisnya, kami sungguh tak tega. Terlebih lagi bagaimanapun Martha
telah mengandungnya, ia juga merupakan sebuah nyawa. pada akhirnya kami memutuskan untuk
memeliharanya, dan memberinya nama Monika.


Mata Dr. Adely juga digenangi air mata, pada akhirnya ia memahami kenapa
bagi kedua suami istri tersebut kembali mengandung anak merupakan hal
yang
sangat mengkuatirkan. Ia berpikir sambil mengangguk-anggukkan kepala
berkata
Memang jika demikian, kalian melahirkan 10 anak sekalipun akan sulit
untuk
mendapatkan donor yang cocok untuk Monika. Beberapa lama kemudian, ia
memandang Martha dan berkata Kelihatannya, kalian harus mencari ayah
kandung
Monika. Barangkali sumsum tulangnyacocok untuk Monika.Tetapi, apakah
kalian
bersedia membiarkan ia kembali muncul dalam kehidupan kalian ? Martha
berkata : "Demi anak, aku bersedia berlapang dada memaafkannya. Bila ia
bersedia muncul menyelamatkannya. Aku tak akan memperkarakannya. Dr.
Adely
merasa terkejut akan kedalaman cinta sang ibu.
Martha dan Peterson mempertimbangkannya baik-baik, sebelum akhirnya
memutuskan memuat berita pencarian ini di koran dengan menggunakan nama
samaran. November 2002, di koranWayeli termuat berita pencarian ini,
seperti
yang digambarkan sebelumnya. Berita ini memohon sang pelaku pemerkosaan
waktu itu berani muncul, demi untuk menolong sebuah nyawa seorang anak
perempuan penderita leukimia ! Begitu berita ini keluar, tanggapan
masyarakat begitu menggemparkan. Kotak surat dan telepon Dr. Adely
bagaikan
meledak saja, kebanjiran surat masuk dan telepon, orang-orang terus
bertanya
siapakah wanita ini Mereka ingin bertemu dengannya, berharap dapat
memberikan bantuan padanya. Tetapi Martha menolak semua perhatian mereka,
ia
tak ingin mengungkapkan identitas sebenarnya, lebih tak ingin lagi
identitas
Monika sebagai anak hasil pemerkosaan terungkap.


Seluruh media penuh dengan diskusi tentang bagaimana cerita ini berakhir.
(suratkabar Roma) Komentar dengan topik : Orang hitam itu akan munculkah
?
Jika orang hitam ini berani muncul, akan bagaimanakah masyarakat kita
sekarang menilainya Akankah menggunakan hukum yang berlaku untuk
menghakiminya Haruskah ia menerima hukuman dan cacian untuk masa lalunya,
ataukah ia harus menerima pujian karena keberaniannya hari ini ?


Saat itu berita pencarian juga muncul di Napulese, memporakporandakan
perasaan seorang pengelola toko minuman keras berusia 30 tahun. Ia
seorang
kulit hitam, bernama Ajili. 17 Mei 1992 waktu itu, ia memiliki lembaran
tergelam merupakan mimpi terburuknya di malam berhujan itu. Ia adalah
sang
peran utama dalam kisah ini. Tak seorangpun menyangka, Ajili yang sangat
kaya raya itu, pernah bekerja sebagai pencuci piring panggilan.
Dikarenakan
orang tuanya telah meninggal sejak ia masih muda, ia yang tak pernah
mengenyam dunia pendidikan terpaksa bekerja sejak dini. Ia yang begitu
pandai dan cekatan, berharap dirinya sendiri bekerja dengan giat demi
mendapatkan sedikit uang dan penghargaan dari orang lain. Tapi sialnya,
bosnya merupakan seorang rasialis, yang selalu mendiskriminasikannya. Tak
peduli segiat apapun dirinya, selalu memukul dan memakinya. 17 Mei 1992,
merupakan ulang tahunnya ke 20, ia berencana untuk pulang kerja lebih
awal
merayakan hari ulang tahunnya. Siapa menyangka, ditengah kesibukan ia
memecahkan sebuah piring. Sang bos menahan kepalanya, memaksanya untuk
menelan pecahan piring. Ajili begitu marah dan memukul sang bos, lalu
berlari keluar meninggalkan restoran. Ditengah kemarahannya ia bertekad
untuk membalas dendam pada si kulit putih. Malam berhujan lebat, tiada
seorangpun lewat, dan di parkiran ia bertemu Martha. Untuk membalaskan
dendamnya akibat pendiskriminasian, ia pun memperkosa sang wanita yang
tak
berdosa ini.


Tapi selesai melakukannya, Ajili mulai panik dan ketakutan. Malam itu
juga
Ia menggunakan uang ulang tahunnya untuk membeli tiket KA menuju
Napulese,
meninggalkan kota ini.Di Napulese, ia bertemu keberuntungannya. Ajili
mendapatkan pekerjaan dengan lancar di restoran milik orang Amerika.
Kedua
pasangan Amerika ini sangatlah mengagumi kemampuannya, dan menikahkannya
dengan anak perempuan merka, Lina, dan pada akhirnya juga mempercayainya
untuk mengelola toko mereka. Beberapa tahun ini, ia yang begitu tangkas,
tak
hanya memajukan bisnis toko minuman keras ini, ia juga memiliki 3 anak
yang
lucu. Dimata pekerja lainnya dan seluruh anggota keluarga, Ajili
merupakan
bos yang baik, suami yang baik, ayah yang baik. Tapi hati nuraninya tetap
membuatnya tak melupakan dosa yang pernah diperbuatnya.


Ia selalu memohon ampun pada Tuhan dan berharap Tuhan melindungi wanita
yang
pernah diperkosanya, berharap ia selalu hidup damai dan tentram. Tapi ia
menyimpan rahasianya rapat-rapat, tak memberitahu seorangpun. Pagi hari
itu,
Ajili berkali-kali membolak-balik koran, ia terus mempertimbangkan
kemungkinan dirinyalah pelaku yang dimaksud. Sedikitpun ia tak pernah
membayangkan bahwa wanita malangitu mengandung anaknya, bahkan menanggung
tanggung jawab untuk memelihara dan menjaga anak yang awalnya bukanlah
miliknya.


Hari itu, Ajili beberapa kali mencoba menghubungi no.Telepon
Dr.Adely.Tapi
setiap kali, belum sempat menekan habis tombol telepon, iatelah
menutupnya
kembali. Hatinya terus bertentangan, bila ia bersedia mengakui semuanya,
setiap orang kelak akan mengetahui sisi terburuknya ini, anak-anaknya tak
akan lagi mencintainya, ia akan kehilangan keluarganya yang bahagia dan
istrinya yang cantik. Juga akan kehilangan penghormatan masyarakat
disekitarnya. Semua yang ia dapatkan dengan ditukar kerja kerasnya
bertahun-tahun. Malam itu, saat makan bersama, seluruh keluarga
mendiskusikan kasus Martha.Sang istri, Lina berkata : : "Aku sangat
mengagumi Martha. Bila aku diposisinya, aku tak akan memiliki keberanian
untuk memelihara anak hasil perkosaan hingga dewasa. Aku lebih mengagumi
lagi suami Martha, ia sungguh pria yang patut dihormati, tak disangka ia
dapat menerima anak yang demikian". Ajili termenung mendengarkan pendapat
istrinya, dan tiba-tiba mengajukan pertanyaan: Kalau begitu, bagaimana
kau
memandang pelaku pemerkosaan itu ? Sedikitpun aku tak akan memaafkannya
!!!
Waktu itu ia sudah membuat kesalahan, kali ini juga hanya dapat meringkuk
menyelingkupi dirinya sendiri, ia benar-benar begitu rendah, begitu
egois,
begitu pengecut ! Ia benar-benar seorang pengecut ! demikian istrinya
menjawab dengan dipenuhi api kemarahan. Ajili mendengarkan saja, tak
berani
mengatakan kenyataan pada istrinya. Malam itu, anaknya yang baru berusia
5
tahun begitu rewel tak bersedia tidur, untuk pertama kalinya Ajili
kehilangan kesabaran dan menamparnya. Sang anak sambil menangis berkata
:"Kau ayah yang jahat, aku tak mau peduli kamu lagi. Aku tak ingin kau
menjadi ayahku". Hati Ajili bagai terpukul keras mendengarnya, ia pun
memeluk erat-erat sang anak dan berkata: "Maaf, ayah tak akan memukulmu
lagi. Ayah yang salah, maafkan papa ya".


Sampai sini, Ajili pun tiba-tiba menangis. Sang anak terkejut dibuatnya,
dan
buru-buru berkata padanya untuk menenangkan ayahnya : "Baiklah,
kumaafkan.
Guru TK ku bilang, anak yang baik adalah anak yang mau memperbaiki
kesalahannya. Malam itu, Ajili tak dapat terlelap, merasa dirinya
bagaikan
terbakar dalam neraka. Dimatanya selalu terbayang kejadian malam berhujan
deras itu, dan bayangan sang wanita. Ia sepertinya dapat mendengarkan
jerit
tangis wanita itu. Tak henti-hentinya ia bertanya pada dirinya sendiri :
"Aku ini sebenarnya orang baik, atau orang jahat ?" Mendengar bunyi napas
istrinya yang teratur, ia pun kehilangan seluruh keberaniannya untuk
berdiri. Hari kedua, ia hampir tak tahan lagi rasanya. Istrinya mulai
merasakan adanya ketidakberesan pada dirinya, memberikan perhatian
padanya
dengan menanyakan apakah ada masalah Dan ia mencari alasan tak enak badan
untuk meloloskan dirinya. Pagi hari di jam kerja, sang karyawan
menyapanya
ramah : "Selamat pagi, manager !" Mendengar itu, wajahnya tiba-tiba
menjadi
pucat pasi, dalam hati dipenuhi perasaan tak menentu dan rasa malu. Ia
merasa dirinya hampir menjadi gila saja rasanya.


Setelah berhari-hari memeriksa hati nuraninya, Ajili tak dapat lagi terus
diam saja, iapun menelepon Dr. Adely. Ia berusaha sekuat tenaga menjaga
suaranya supaya tetap tenang : "Aku ingin mengetahui keadaan anak malang
itu. Dr. Adely memberitahunya, keadaan sang anak sangat parah. Dr.Adely
menambahkan kalimat terakhirnya berkata :"Entah apa ia dapat menunggu
hari
kemunculan ayah kandungnya. Kalimat terakhir ini menyentuh hati Ajili
yang
paling dalam, suatu perasaan hangat sebagai sang ayah mengalir keluar,
bagaimanapun anak itu juga merupakan darah dagingnya sendiri ! Ia pun
membulatkan tekad untuk menolong Monika. Ia telah melakukan kesalahan
sekali, tak boleh kembali membiarkan dirinya meneruskan kesalahan ini.
Malam
hari itu juga, ia pun mengobarkan keberaniannya sendiri untuk memberitahu
sang istri tentang segala rahasianya. Terakhir ia berkata : "Sangatlah
mungkin bahwa aku adalah ayah Monika Aku harus menyelamatkannya Lina
sangat
terkejut, marah dan terluka, mendengar semuanya, ia berteriak marah
:"Kau
PEMBOHONG !" Malam itu juga ia membawa ketiga anak mereka, dan lari
pulang
ke rumah ayah ibunya. Ketika ia memberitahu mereka tentang kisah Ajili,
kemarahan kedua suami-istri tersebut dengan segera mereda. Mereka adalah
dua
orang tua yang penuh pengalaman hidup, mereka menasehatinya : "Memang
benar,
kita patut marah terhadap segala tingkah laku Ajili di masa lalu. Tapi
pernahkah kamu memikirkan, ia dapat mengulurkan dirinya untuk muncul,
perlu
berapa banyak keberanian besar. Hal ini membuktikan bahwa hati nuraninya
belum sepenuhnya terkubur. Apakah kau mengharapkan seorang suami yang
pernah
melakukan kesalahan tapi kini bersedia memperbaiki dirinya Ataukah
seornag
suami yang selamanya menyimpan kebusukan ini didalamnya ?" Mendengar ini
Lina terpekur beberapa lama.
Pagi-pagi di hari kedua, ia langsung kembali ke sisi Ajili, menatap mata
sang suami yang dipenuhi penderitaan, Lina menetapkan hatinya berkata :
"Ajili, pergilah menemui Dr. Adely ! Aku akan menemanimu !"


3 Februari 2003, suami istri Ajili, menghubungi Dr. Adely.8 Februari,
pasangan tersebut tiba di RS Elisabeth, demi untuk pemeriksaan DNA Ajili.
Hasilnya Ajili benar-benar adalah ayah Monika. Ketika Martha mengetahui
bahwa orang hitam pemerkosanya itu pada akhirnya berani memunculkan
dirinya,
ia pun tak dapat menahan air matanya. Sepuluh tahun ini ia terus memendam
dendam kesumat terhadap Ajili, namun saat ini ia hanya dipenuhi perasaan
terharu. Segalanya berlangsung dalam keheningan. Demi untuk melindungi
pasangan Ajili dan pasangan Martha, pihak RS tidak mengungkapkan dengan
jelas identitas mereka semua pada media, dan juga tak bersedia
mengungkapkan
keadaan sebenarnya, mereka hanya memberitahu media bahwa ayah kandung
Monika
telah ditemukan.


Berita ini mengejutkan seluruh pemerhati berita ini. Mereka terus-menerus
menelepon, menulis suratpada Dr. Adely, memohon untuk dapat menyampaikan
kemarahan mereka pada orang hitam ini, sekaligus penghormatan mereka
padanya. Mereka berpendapat : "Barangkali ia pernah melakukan tindak
pidana,
namun saat ini ia seorang pahlawan !" 10 Februari, kedua pasangan Martha
dan suami memohon untuk dapat bertemu muka langsung dengan Ajili. Awalnya
Ajili tak berani untuk menemui mereka, namun pada permohonan ketiga
Martha,
iapun menyetujui hal ini. 18 Februari, dalam ruang tertutup dan
dirahasiakan
di RS, Martha bertemu langsung dengan Ajili.


Ajili baru saja memangkas rambutnya, saat ia melihat Marth, langkah
kakinya
terasa sangatlah berat, raut wajahnya memucat. Martha dan suaminya
melangkah
maju, dan mereka bersama-sama saling menjabat tangan masing-masing,
sesaat
ketiga orang tersebut diam tanpa suara menahan kepedihan, sebelum
akhirnya
air mata mereka bersama-sama mengalir. Beberapa waktu kemudian, dengan
suara
serak Ajili berkata : "Maaf...mohon maafkan aku !" Kalimat ini telah
terpendam dalam hatiku selama 10 tahun. Hari ini akhirnya aku mendapat
kesempatan untuk mengatakannya langsung kepadamu. Martha menjawab :
"Terima
kasih Kau dapat muncul. Semoga Tuhan memberkati, sehingga sumsum tulang
belakangmu dapat menolong putriku".


19 Februari, dokter melakukan pemeriksaan sumsum tulang belakang Ajili.
Untungnya, sumsum tulang belakangnya sangat cocok bagi Monika Sang dokter
berkata dengan antusias : "Ini suatu keajaiban !"
22 Februari 2003, sekian lama harapan masyarakat luas akhirnya
terkabulkan.
Monika menerima sumsum tulang belakang Ajili, dan pada akhirnya Monika
telah
melewati masa kritis. Satu minggu kemudian, Monika boleh keluar RS dengan
sehat walafiat. Martha dan suami memaafkan Ajili sepenuhnya, dan secara
khusus mengundang Ajili dan Dr. Adely datang kerumah mereka untuk
merayakannya. Tapi hari itu Ajili tidak hadir, ia memohon Dr. Adely
membawa
suratnya bagi mereka. Dalam suratnya ia menyatakan penyesalan dan rasa
malunya berkata :"Aku tak ingin kembali mengganggu kehidupan tenang
kalian.
Aku berharap Monika berbahagia selalu hidup dan tumbuh dewasa bersama
kalian. Bila kalian menghadapi kesulitan bagaimanapun, harap hubungi aku,
aku akan berusaha sekuat tenaga untuk membantu kalian". Saat ini juga,
aku
sangat berterima kasih pada Monika, dari dalam lubuk hatiku terdalam,
dialah
yang memberiku kesempatan untuk menebus dosa. Dialah yang membuatku dapat
memiliki kehidupan yang benar-benar bahagia di saparoh usiaku
selanjutnya.
Ini adalah hadiah yang ia berikan padaku ! ( Italia post)


"Kita tidak dapat berbuat apapun untuk mengubah masa lalu, tapi kita bisa mengendalikan masa depan dengan berbuat KEBAIKAN mulai hari ini..."
More aboutsebuah kisah nyata dari italia, silahkan anda baca

cerita mengharukan

Diposkan oleh Heri Noto

Suatu hari, seorang anak lelaki miskin yang hidup dari menjual asongan dari pintu ke pintu, menemukan bahwa dikantongnya hanya tersisa beberapa sen uangnya, dan dia sangat lapar.
Anak lelaki tersebut memutuskan untuk meminta makanan dari rumah berikutnya. Akan tetapi anak itu kehilangan keberanian saat seorang wanita muda membuka pintu rumah. Anak itu tidak jadi meminta makanan, ia hanya berani meminta segelas air.
Wanita muda tersebut melihat, dan berpikir bahwa anak lelaki tersebut pastilah lapar, oleh karena itu ia membawakan segelas besar susu.
Anak lelaki itu meminumnya dengan lambat, dan kemudian bertanya, “berapa saya harus membayar untuk segelas besar susu ini ?” Wanita itu menjawab: “Kamu tidak perlu membayar apapun”. “Ibu kami mengajarkan untuk tidak menerima bayaran untuk kebaikan” kata wanita itu menambahkan.
Anak lelaki itu kemudian menghabiskan susunya dan berkata :” Dari dalam hatiku aku berterima kasih pada anda.”

Sekian tahun kemudian, wanita muda tersebut mengalami sakit yang sangat kritis. Para dokter dikota itu sudah tidak sanggup menganganinya. Mereka akhirnya mengirimnya ke kota besar, dimana terdapat dokter spesialis yang mampu menangani penyakit langka tersebut.


Dr. Howard Kelly dipanggil untuk melakukan pemeriksaan. Pada saat ia mendengar nama kota asal si wanita tersebut, terbersit seberkas pancaran aneh pada mata dokter Kelly.
Segera ia bangkit dan bergegas turun melalui hall rumahsakit, menuju kamar si wanita tersebut. Dengan berpakaian jubah kedokteran ia menemui si wanita itu. Ia langsung mengenali wanita itu pada sekali pandang.
Ia kemudian kembali ke ruang konsultasi dan memutuskan untuk melakukan upaya terbaik untuk menyelamatkan nyawa wanita itu.
Mulai hari itu, Ia selalu memberikan perhatian khusus pada kasus wanita itu. Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnya diperoleh kemenangan…
Wanita itu sembuh !!.
Dr. Kelly meminta bagian keuangan rumah sakit untuk mengirimkan seluruh tagihan biaya pengobatan kepadanya untuk persetujuan. Dr. Kelly melihatnya, dan menuliskan sesuatu pada pojok atas lembar tagihan, dan kemudian mengirimkannya ke kamar pasien.
Wanita itu takut untuk membuka tagihan tersebut, ia sangat yakin bahwa ia tak akan mampu membayar tagihan tersebut walaupun harus dicicil seumur hidupnya.
Akhirnya Ia memberanikan diri untuk membaca tagihan tersebut, dan ada sesuatu yang menarik perhatiannya pada pojok atas lembar tagihan tersebut. Ia membaca tulisan yang berbunyi.. “Telah dibayar lunas dengan segelas besar susu..” tertanda, DR Howard Kelly.
Air mata kebahagiaan membanjiri matanya. Ia berdoa: “Tuhan, terima kasih, bahwa cintamu telah memenuhi seluruh bumi melalui hati dan tangan manusia.”
Komentar: Terkadang kita berbuat baik masih tersisip ras pamrih dari hati kita walaupun kecil. Kita terlalu terbiasa melihat orang-orang di atas kita, namun jarang sekali kita melihat dan merperhatikan orang-orang yang tidak beruntung dari kita. Dan parahnya lagi, kita terlalu cinta dunia sehingga takut mati…
Ya Allah berilah aku hikmah dari cerita ini, agar setiap kebaikan yang kulakukan semata-mata hanya mengharap ridho-Mu. Jauhkan aku dari cinta dunia dan takut mati, berilah kekuatan dan hidayah agar sisa umurku hanya untuk mencapai ridho-Mu semata. Shalawat dan salam sejahtera serta kepada baginda Muhammad SAW, para keluarga, para sahabat terbaiknya dan para pengikut-pengikutnya sampai akhir zaman…
More aboutcerita mengharukan

Diane dan Jack

Diposkan oleh Heri Noto

Diane dan Jack berteman baik. Mereka telah saling mengenal sejak bersekolah
dan sejak menjadi sahabat baik. Mereka berbagi semua dan apapun juga dan
menghabiskan banyak waktu bersama dalam dan setelah sekolah. Tetapi hubungan
mereka tidak berkembang namun hanyalah sebatas teman. Diane menyimpan
rahasia,kekagumannya dan cintanya kepada Jack. Dia memiliki alasan
tersendiri untuk menyimpan hal itu sendiri. TAKUT! Takut akan penolakan,
takut jika Jack tidak sebagai temannya lagi, takut kehilangan seseorang yang
dia merasa nyaman bersamanya.

Setidaknya jika dia tetap menjaga perasaannya, dia mungkin masih bisa
bersama Jack dan dengan harapan, bahwa Jack lah yang akan mengatakan
bagaimana perasaannya kepada Diane.
Waktu terus berjalan dan sekolah telah bubar. Jack dan Diane pergi ke arah
yang berlainan. Jack melanjutkan studinya ke keluar negeri, sedangkan Diane
mendapatkan pekerjaan. Mereka tetap saling berhubungan, dengan surat, saling
mengirimkan foto masing-masing dan saling mengirimkan hadiah. Diane merindukan Jack akan kembali. Dia telah memutuskan bahwa dia memiliki
kekuatan untuk mengatakan. Dan tiba-tiba, surat dari Jack terhenti. Diane
menulis kepadanya,tetapi tidak ada jawaban.
Dimana dia? Apa yang terjadi? Banyak pertanyaan yang ada di kepalanya. Dua
tahun berlalu dan Diane tetap berharap bahwa Jack akan kembali atau
setidaknya mengiriminya surat. Dan doanya terkabul.
Dia menerima suratdari Jack, mengatakan...! " Diane, aku punya kejutan
untukmu... temui aku di bandara pukul 7 malam. Aku tidak kuat menunggu untuk
menemuimu lagi. Cinta dan cium Jack"
Diane berbunga-bunga. Cinta dan cium, berarti banyak bagi seorang wanita
yang belum merasakan cinta sebelumnya.
Dia begitu gembira atas kata-kata itu.
Ketika harinya telah tiba, Diane menunggu dengan cemas. Dia memakai pakaian
terbaiknya dan berusaha terlihat secantik mungkin. Dia mencari Jack kesana
kemari. Tetapi tidak dilihatnya Jack. Kemudian datang seorang wanita dengan
pakaian ketat berwarna biru yang seksi.
Dia begitu perhatian melihat Diane, "Hai! Aku Jacelyn, temannya Jack. Kamu
Diane?" tanyanya. Diane menganggukkan kepala. "Maaf, aku punya kabar buruk
bagimu. Jack tidak akan datang. Dia tidak akan datang lagi," kata wanita
itu, sambil meletakkan tangannya di pundaknya Diane.
Diane tidak dapat mempercayai hal yang dia dengar!!! Apa yang telah
terjadi?? Diane bingung, dia amat sangat khawatir sekali dan wajahnya
menjadi pucat.
"Dimana Jack? Apa yang terjadi padanya??? Katakan padaku..." Diane memohon
kepada si wanita.
Si wanita melihat dengan cermat ke Diane dan dia menepuk pundak Diane dan
mengatakan..........










"ALAMAK DIANE... INI IKE JACK...APAKAH IKE TERLIHAT CANTIK SEKARANG?
AIH....AIH......YEY TIDAK DAPAT MENGENALI IKE LAGI YAH??? IHHH...SEBEL
DEH.....!!! .......
Dan kemudian Diane langsung pingsan.....
More aboutDiane dan Jack

Semangkuk Mie Kuah

Diposkan oleh Heri Noto

Pendahuluan:
Ny. Hsu yang tinggal di Kao Hsiung, anak gadisnya pulang dari Amerika pada saat awal bulan Januari, dan membawa sebuah kisah nyata yang menggugah hati. Kisah yang terjadi pada malam Chu Si (malam menjelang Tahun Baru Imlek), berjumlah sebanyak 50 halaman lebih. Tokoh dalam cerita ini pada saat menceritakan kisahnya mengharukan banyak orang Jepang. Cerita ini dinamakan "Semangkuk Mie Kuah", diterjemahkan oleh Li Kuei Chuen.

Tanggal 31 bulan Desember lima belas tahun yang lalu, yang juga merupakan malam Chu Si, di sebuah jalan di kota Sapporo, Jepang, ada sebuah toko mie yang bernama "Pei Hai Thing" (Pei = Utara; Hai = Laut; Thing = Kios, toko).

Makan mie pada malam Chu Si, adalah adat istiadat turun temurun dari orang Jepang, pada hari itu pemasukan toko mie sangatlah baik, tidak terkecuali "Pei Hai Thing", hampir sehari penuh dengan tamu pengunjung, tetapi setelah jam 22.00 ke atas sudah tidak ada pengunjung yang datang lagi. Pada saat biasanya jalan yang sangat ramai hingga waktu subuh - karena pada hari itu semua orang terburu-buru pulang rumah untuk merayakan Tahun Baru - sehingga dengan cepat menjadi sunyi dan tenang.

Majikan dari toko mie "Pei Hai Thing" adalah seseorang yang jujur dan polos, istrinya adalah seorang yang ramah tamah dan melayani orang penuh dengan kehangatan. Saat tamu terakhir pada malam Chu Si itu telah keluar dari toko mie, dan pada saat sang istri tengah bersiap untuk menutup toko, pintu toko itu sekali lagi terbuka, seorang wanita membawa dua orang anaknya berjalan masuk, kedua anak itu kira-kira berusia 6 tahun dan 10 tahun, mereka mengenakan baju olahraga baru yang serupa satu dengan yang lainnya, tetapi wanita tersebut malah memakai baju luar - bercorak kotak - yang telah usang.

"Silakan duduk !" Sang majikan mengucapkan salam.

Wanita itu berkata dengan takut-takut: "Bolehkah... memesan semangkuk mie kuah ?"

Kedua anak di belakangnya saling memandang dengan tidak tenang.

"Tentu... tentu boleh, silakan duduk di sini !" Sang istri mengajak mereka ke meja nomor 2 di paling pinggir, lalu berteriak dengan keras ke arah dapur: "Semangkuk mie kuah !"

Sebenarnya jatah semangkuk untuk satu orang hanyalah satu ikat mie, sang majikan menambahkan lagi sebanyak setengah ikat, dan menyiapkannya dalam sebuah mangkuk besar penuh, hal ini tidak diketahui oleh sang istri dan tamunya itu.

Ibu dan anak bertiga mengelilingi semangkuk mie kuah tersebut dan menikmatinya dengan lezat, sambil makan, sambil berbicara dengan suara yang kecil, "Sangat enak sekali !"

Sang kakak berkata: "Ma, kamu juga coba-coba dong!"

Sang adik sambil berkata, dia menyumpit mie untuk menyuapi ibunya. Tidak lama kemudian mie pun telah habis, setelah membayar 150 yen, ibu dan anak bertiga dengan serempak memuji dan menghaturkan terima kasih "Sangat lezat sekali, banyak terima kasih!" serta membungkuk memberi hormat, lalu berjalan meninggalkan toko.

Setiap hari berlalu dengan sibuknya, tak terasa setahun pun berlalu. Dan tiba lagi pada tanggal 31 Desember, usaha dari "Pei Hai Thing" masih tetap ramai, kesibukan pada malam Chu Si akhirnya selesai, telah lewat dari jam 22.00, sang istri majikan ketika tengah berjalan ke arah pintu untuk menutup toko, pintu itu lalu terbuka lagi dengan pelan, yang masuk ke dalam adalah seorang wanita parobaya sambil membawa dua orang anaknya. Sang istri ketika melihat baju luar bercorak kotak yang telah usang itu, dengan seketika teringat kembali tamu terakhir pada malam Chu Si tahun lalu.

"Bolehkah... membuatkan kami... semangkuk mie kuah ?"

"Tentu, tentu, silakan duduk !"

Sang istri mengajak mereka ke meja nomor 2 yang pernah mereka duduk di tahun lalu, sambil berteriak dengan keras "Semangkuk mie kuah!".

Sang majikan sambil menyahuti, sambil menyalakan api yang baru saja dipadamkan.

Istrinya dengan diam-diam berkata di samping telinga suami: "Ei, masak 3 mangkuk untuk mereka, boleh tidak ?"

"Jangan, kalau demikian mereka bisa merasa tidak enak."

Sang suami sambil menjawab, sambil menambahkan setengah ikat mie lagi ke dalam kuah yang mendidih.

Ibu dan anak bertiga mengelilingi semangkuk mie kuah itu sambil makan dan berbicara, percakapan itu juga terdengar sampai telinga suami istri pemilik toko.

"Sangat wangi... sangat hebat... sangat nikmat!"

"Tahun ini masih bisa menikmati mie dari Pei Hai Thing, sangatlah baik!"

"Alangkah baiknya jika tahun depan masih bisa datang untuk makan di sini."

Setelah selesai makan dan membayar 150 yen, ibu dan anak bertiga lalu berjalan meninggalkan Pei Hai Thing.

"Terima kasih banyak! Selamat bertahun baru."

Memandang ibu dan anak yang berjalan pergi, suami istri pemilik toko berulang kali membicarakannya dengan cukup lama.

Malam Chu Si pada tahun ketiga, usaha dari "Pei Hai Thing" tetap berjalan dengan sangat baik, sepasang suami istri saking sibuknya sampai tidak ada waktu untuk berbicara, tetapi setelah lewat pukul 21.30, kedua orang itu mulai berperasaan tidak tenang.

Jam 22.00 telah tiba, pegawai toko juga telah pulang setelah menerima "Hung Pao" (Ang Pao), majikan toko dengan tergesa-gesa membalikkan setiap lembar daftar harga yang tergantung di dinding, daftar kenaikan harga "Mie Kuah 200 yen semangkuk" sejak musim panas tahun ini, ditulis ulang menjadi 150 yen.

Di atas meja nomor 2, sang istri pada saat 3 menit yang lalu telah meletakkan kartu tanda "Telah dipesan". Sepertinya ada maksud untuk menunggu orang yang akan tiba setelah seluruh tamu telah pergi meninggalkan toko, setelah lewat jam 22.00, ibu dengan dua orang anak ini akhirnya muncul kembali.

Sang kakak memakai seragam SMP, sang adik mengenakan jaket - yang kelihatan agak kebesaran - yang dipakai kakaknya tahun lalu, kedua anak ini telah tumbuh dewasa, sang ibu masih tetap memakai baju luar bercorak kotak usang yang telah luntur warnanya.

"Silakan masuk! Silakan masuk " Istri majikan toko menyambut dengan hangat.

Melihat istri majikan toko yang menyambut dengan senyum hangat, ibunda dua anak itu dengan takut-takut berkata: "Tolong... tolong buatkan 2 mangkuk mie, bolehkah ?"

"Baik, silakan duduk!"

Sang istri mengajak mereka ke meja nomor 2, dengan cepat menyembunyikan tanda "Telah Dipesan" seakan-akan tak pernah diletakkan di sana, lalu berteriak ke arah dalam "2 mangkuk mie".

Sang suami sambil menyahuti, sambil melempar 3 ikat mie ke dalam kuah yang mendidih. Ibu dan anak sambil makan, sambil berbicara, kelihatannya sangat bergembira, sepasang suami istri yang berdiri di balik pintu dapur juga turut merasakan kegembiraan mereka.

"Siao Chun dan kakak, mama hari ini ingin berterima kasih kepada kalian berdua !"

"Terima kasih !"

"Mengapa ?"

"Begini, kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan 8 orang terluka yang disebabkan oleh ayah kalian, pada setiap bulan dalam beberapa tahun ini haruslah menyerahkan uang sebesar 50,000 yen untuk menutupi bagian yang tak dapat dibayar oleh pihak asuransi."

"Ya, hal ini kami tahu!" Sang kakak menjawab.

Istri pemilik toko dengan tak bergerak mendengarkan.

"Yang pada mulanya harus membayar hingga bulan Maret tahun depan, telah terlunasi pada hari ini !"

"Oh, mama, benarkah ?"

"Ya, benar, karena kakak mengantar koran dengan rajin, Siao Chun membantu untuk beli sayur dan masak nasi, sehingga mama bisa bekerja dengan hati yang tenang. Perusahaan memberikan bonus spesial kepada saya karena tidak pernah absen kerja, sehingga hari ini dapat melunasi seluruh bagian yang tersisa."

"Ma! Kakak! Alangkah baiknya, tapi kelak tetap biarkan Siao Chun yang menyiapkan makan malam."

"Saya juga ingin terus mengantar koran."

"Terima kasih kepada kalian kakak beradik, benar-benar terima kasih!"

"Siao Chun dan saya ada sebuah rahasia, dan terus tidak memberitahu mama, itu adalah... pada sebuah hari Minggu di bulan November, sekolah Siao Chun menghubungi wali murid untuk hadir melihat program bimbingan belajar dari sekolah, guru dari Siao Chun secara khusus menambahkan sepucuk surat, yang mengatakan sebuah karangan Siao Chun telah dipilih sebagai wakil seluruh "Pei Hai Tao (Hokkaido)", untuk mengikuti lomba mengarang seluruh negeri. Hari itu saya mewakili mama untuk menghadirinya."

"Benar ada hal ini ? Lalu ?"

"Tema yang diberikan guru adalah "Cita-Citaku (Wo Te Ce Yuen)",

Siao Chun dengan karangan bertema semangkuk mie kuah, dipersilakan untuk membacanya di hadapan para hadirin."

"Isi dari karangan itu menuliskan, ayah mengalami kecelakaan lalu lintas, dan meninggalkan hutang yang banyak; demi untuk membayar hutang, mama bekerja keras dari pagi hingga malam, sampai hal saya mengantar koran juga ditulis oleh Siao Chun."

"Masih ada, pada malam tanggal 31 Desember, kami bertiga ibu dan anak bersama-sama memakan semangkuk mie kuah, sangatlah lezat.. 3 orang hanya memesan semangkuk mie kuah, sang pemilik toko, yaitu paman dan istrinya malah masih mengucapkan terima kasih kepada kami, serta mengucapkan selamat bertahun baru kepada kami! Suara itu sepertinya sedang memberikan dorongan semangat untuk kami untuk tegar menjalani hidup, secepatnya melunasi hutang dari ayah."

"Oleh karena itu, Siao Chun memutuskan untuk membuka toko mie setelah dewasa nanti, untuk menjadi pemilik toko mie nomor 1 di Jepang, juga ingin memberikan dorongan semangat kepada setiap pengunjung! Semoga kalian berbahagia! Terima kasih!"

Sepasang pemilik toko yang terus berdiri di balik pintu dapur mendengarkan pembicaraan mereka mendadak tak terlihat lagi, ternyata mereka sedang berjongkok, selembar handuk masing-masing memegang ujungnya, berusaha keras untuk menghapus air mata yang tak hentinya mengalir keluar.

"Selesai membaca karangan, guru berkata: Kakak Siao Chun telah mewakili ibunya datang ke sini, silakan naik ke atas menyampaikan beberapa patah kata."

"Sungguhkah ? Lalu kamu bagaimana ?"

"Karena terlalu mendadak, saat mulai tidak tahu harus mengucapkan apa baiknya, saya lantas mengucapkan terima kasih kepada semua orang atas perhatian dan kasih sayang terhadap Siao Chun, adik saya setiap hari harus membeli sayur menyiapkan makan malam, sering kali harus terburu-buru pulang dari kegiatan berkelompok, tentu mendatangkan banyak kesulitan bagi semua orang, tadi pada saat adik saya membacakan "Semangkuk mie kuah", saya sempat merasa malu, tetapi sewaktu melihat adik saya dengan dada tegap dan suara yang lantang menyelesaikan membaca krangan, merasa perasaan malu itulah yang benar-benar memalukan."

"Beberapa tahun ini, keberanian mama yang hanya memesan semangkuk mie kuah, kami kakak beradik tidak akan pernah melupakannya... kami berdua pasti akan giat dan rajin, merawat ibu dengan baik, hari ini dan seterusnya masih meminta tolong kepada para hadirin untuk memperhatikan adik saya."

Ibu dan anak bertiga secara diam-diam saling memegang tangan dengan erat, saling menepuk bahu, menikmati mie tahun baru dengan perasaan yang lebih berbahagia dibanding tahun sebelumnya, membayar 300 yen dan mengucapkan terima kasih, lalu memberikan hormat dan meninggalkan toko mie.

Majikan toko seperti sedang menutup tahun yang lama, dengan suara yang keras mengucapkan "Terima kasih! Selamat Tahun Baru!"

Setahun pun berlalu lagi, toko mie Pei Hai Thing juga meletakkan tanda "Telah Dipesan" sambil menunggu, tetapi ibu dan anak bertiga tidak muncul. Tahun kedua, tahun ketiga, meja nomor 2 tetap kosong, ibu dan kedua anaknya tetap tidak muncul.

Usaha dari Pei Hai Thing semakin bagus, dalam tokonya pun telah direnovasi, meja dan kursinya telah diganti dengan yang baru, hanya meja nomor 2 itulah masih tetap pada aslinya.

Banyak tamu pengunjung merasa heran, istri majikan lantas menceritakan kisah semangkuk mie kuah kepada para pengunjung. Meja nomor 2 itu lantas menjadi "Meja Keberuntungan", setiap pengunjung menyampaikan kisah ini kepada yang lainnya, ada banyak pelajar yang merasa ingin tahu, datang dari kejauhan demi untuk melihat meja tersebut dan menikmati mie kuah, semua orang umumnya ingin duduk di meja tersebut.

Lalu setelah melewati malam Chu Si beberapa tahun ini, para pemilik toko di sekitar Pei Hai Thing, setelah menutup toko pada malam Chu Si, umumnya akan mengajak keluarganya menikmati mie di Pei Hai Thing. Sering berkumpul sebanyak 30 hingga 40 orang, sangatlah ramai. Ini telah merupakan hal yang biasa dalam 5-6 tahun terakhir ini. Semua orang telah mengetahui asal dari meja nomor 2, meski mulut tidak berbicara, tapi dalam hati berpikir "Meja yang telah dipesan pada malam Chu Si" di tahun ini kemungkinan akan sekali lagi dengan meja dan kursi yang kosong menyambut datangnya tahun baru.

Hari ini, semua orang sekali lagi berkumpul pada malam Chu Si, ada orang yang memakan mie, ada yang minum arak, semuanya berkumpul seperti sebuah keluarga. Setelah lewat pukul 22.00, pintu dengan tiba-tiba... terbuka kembali, semua orang yang berada di dalam langsung menghentikan pembicaraan, seluruh pandangan mata tertuju ke arah pintu yang terbuka itu.

Dua orang remaja yang berpakaian stelan jas yang rapi dengan baju luar di tangan, berjalan melangkah masuk. Semua orang menghembuskan napas lega. Saat istri majikan ingin mengatakan meja makan telah penuh dan memberitahu tamu tersebut, ada seorang wanita berpakaian kimono berjalan masuk, berdiri di tengah kedua remaja tersebut.

Seluruh orang yang berada dalam toko menahan napas mendengar wanita berpakaian kimono tersebut dengan perlahan mengatakan: "Tolong... tolong... mie kuah... untuk jatah 3 orang, bolehkah?"

Belasan tahun telah berlalu, sang istri majikan toko seketika berusaha keras untuk mengingat kembali gambaran ibu muda dengan dua orang anaknya pada 10 tahun yang lalu.

Sang suami di balik dapur juga termenung. Seorang di antara ibu dan anak tersebut menatap sang istri yang tengah salah tingkah tersebut dan mengatakan: "Kami bertiga ibu dan anak, pada 14 tahun yang lalu pernah memesan semangkuk mie kuah di malam Chu Si, mendapatkan dorongan semangat dari semangkuk mie tersebut, kami ibu dan anak bertiga baru dapat menjalani hidup dengan tegar."

"Lalu kami pindah ke kabupaten (Ce He) tinggal di rumah nenek, saya telah melewati ujian jurusan kedokteran dan praktek di rumah sakit Universitas Kyoto bagian penyakit anak-anak, bulan April tahun depan akan praktek di rumah sakit kota Sapporo."

"Sesuai dengan tatakrama, kami datang mengunjungi rumah sakit ini terlebih dahulu, sekalian sembahyang di makam ayah, setelah berdiskusi dengan adik saya yang - pernah berpikir untuk menjadi majikan toko mie nomor 1 tapi belum tercapai - sekarang bekerja di Bank Kyoto, kami mempunyai sebuah rencana yang istimewa... yaitu pada malam Chu Si tahun ini, kami bertiga ibu dan anak akan mengunjung Pei Hai Thing di Sapporo, memesan 3 mangkuk mie kuah Pei Hai Thing."

Sang istri majikan akhirnya pulih ingatannya, menepuk bahu sang suami sambil berkata: "Selamat datang! Silakan... Ei! Meja nomor 2, tiga mangkuk mie kuah."
More aboutSemangkuk Mie Kuah

mau tahu endingnya doraemon? silahkan anda baca

Diposkan oleh Heri Noto on Minggu, 21 September 2008

More aboutmau tahu endingnya doraemon? silahkan anda baca

Pohon Apel dan Anak Lelaki

Diposkan oleh Heri Noto

Pohon Apel dan Anak Lelaki


dari millis tetangga,

Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula, pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.

Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih. "Ayo ke sini bermain-main lagi denganku," pinta pohon apel itu. "Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi." jawab anak lelaki itu. "Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya." Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak
punya uang... tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu. " Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada dipohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.

Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang. "Ayo bermain-main denganku lagi." kata pohon apel. "Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu. "Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?" "Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu." kata pohon apel.

Kemudian, anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih. Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya. "Ayo bermain-main lagi denganku." Kata pohon apel. "Aku sedih," kata anak lelaki itu. "Aku sudah tua dan ingin hidup tenang.Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?"

"Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah ." Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.

Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. "Maaf, anakku," kata pohon apel itu. "Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu." "Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu." Jawab anak lelaki itu. "Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat." kata pohon apel. "Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu." jawab anak lelaki itu. "Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu.Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini." Kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.

"Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang." kata anak lelaki. "Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu. " "Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang." Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.

ini adalah cerita tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua kita. Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika kita sumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu adadi sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Kamu mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi kadang begitulah cara kita memperlakukan orang tua ita.

Sebarkan cerita ini untuk mencerahkan lebih banyak rekan, teman, sahabat & saudara. Dan, yang terpenting: cintailah orang tua kita. Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya
More aboutPohon Apel dan Anak Lelaki