Belasan Siswa SMPN 4 Cepiring Kesurupan

Diposkan oleh Heri Noto on Senin, 05 November 2012

Sepertinya "Mbah Parman" dan kawanan lelembutnya belum berkenan enyah dari SMP Negeri 4 Cepiring Kendal. Pasalnya, sabtu pagi, belasan siswanya kembali kesurupan. Kesurupan ini merupakan kali kedua yang menimpa SMP Negeri 4 Cepiring. Diduga, penunggu ghaib yang mengganggu para siswa tersebut masih sang penghuni pohon sirsak yaitu "Mbah Parman" dan kawanannya.


Hingga sabtu siang, sebanyak tujuh siswa yang mengalami kesurupan masih histeris dan tak sadarkan diri. Sementara belasan siswa yang sudah sembuh dan seluruh siswa lainnya dipulangkan untuk mengantisipasi bertambahnya korban.

Kesurupan masal tersebut terjadi lebih awal daripada hari sebelumnya yaitu sekitar pukul 09.00 WIB, saat jam istirahat berlangsung. Satu persatu siswa berteriak histeris dan tak sadarkan diri. Sejumlah siswa yang mengalami kesurupan langsung dibawa ke ruang guru, Mushola dan ruang UKS dengan cara dibopong, dipapah dan digendong. Korban kesurupan kebanyakan adalah siswa perempuan dan semua siswa yang kesurupan merupakan siswa kelas IX E yang dekat dengan tempat parkir dimana diduga sebagai sumbernya.

Salah seorang guru setempat bernama Adi Widodo mengatakan, sebagian besar siswa yang kesurupan adalah siswa korban kesurupan pada hari kamis lalu. Satu persatu siswa lemas dan ambruk kemudian berteriak histeris.

Hal senada dikatakan oleh salah seorang siswa bernama Khoirul (15), satu persatu temannya jatuh lemas dan tidak sadar. Kemudian mereka berteriak histeris dan berontak saat dibawa oleh para guru. Teman - temannya yang sadar usai kesurupan mengaku awalnya mual dan pusing, setelah itu tiba - tiba tidak sadarkan diri.

Para korban berontak sambil berteriak histeris. Sang demit juga sempat mengancam tidak bersedia keluar dari raga siswa yang dimasukinya jika pohon sirsak tidak dikembalikan. Pihak sekolah akhirnya memulangkan seluruh siswa lebih awal. Namun sebelum pulang, guru mengajak siswa membaca doa bersama di kelas masing - masing untuk mengantisipasi gangguan lanjutan. Selain karena gangguan penunggu pohon sirsak, diduga kondisi siswa yang tidak fit menjadi penyebab kesurupan.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar