Pelajar Gantung Diri Karena Tidak Dibuatkan Sarapan Pagi

Diposkan oleh Heri Noto on Kamis, 29 November 2012

Warga Desa Trucuk, Kecamatan Trucuk, Rabu (28/3) pagi, geger. Seorang warga setempat, Wahyu Saputra, ditemukan tewas gantung diri di rumahnya. Diduga kuat, pelajar kelas 3 SMP tersebut nekat melakukan gantung diri karena tidak dibuatkan sarapan oleh orang tuanya.


Informasi menyebutkan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh ayah korban, Mrajak (60). Ketika itu, sekitar pukul 07.30 WIB, saksi kebingungan mencari korban yang tak kelihatan batang hidungnya setelah beberapa saat sebelumnya sempat meminta dibuatkan sarapan oleh ibunya, Sadiyem (55).

Penasaran dengan hal tersebut, saksi mencoba mencari di rumah teman dekatnya. Karena tidak ditemukan, saksi kemudian menghubungi ponsel milik korban. Meski tersambung, namun tidak diangkat oleh korban.

Hal tersebut membuat saksi semakin curiga yang kemudian pulang untuk melakukan pengecekan di rumah. Sesampainya di rumah, saksi langsung melakukan pengecekan di tempat korban biasa tidur. Dan ternyata benar, ruangan tersebut dalam keadaan terkunci dari dalam.

"Bersama warga, saksi kemudian mendobrak pintu tersebut dan menemukan korban sudah dalam keadaan tewas gantung diri," ujar Kapolsek Trucuk AKP Teguh Yuwono mewakili Kapolres Klaten AKBP Kalingga Rendra Raharja.

Tak lama kemudian, imbuh AKP Teguh, dia dan beberapa anggotanya tiba di lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi. Tak ingin kecolongan, aparat juga mendatangkan dokter dari puskesmas setempat untuk melakukan visum terhadap korban.

"Hasil olah TKP dan visum tidak ditemukan adanya tanda mencurigakan maupun adanya penganiayaan," tambah AKP Teguh.

Hal senada juga diungkapkan beberapa saksi yang berada di lokasi kejadian yang mengatakan niat korban bunuh diri sudah berulang kali dilakukan. Namun selama ini, aksi tersebut berhasil digagalkan. Yang terakhir, korban berusaha bunuh diri dengan cara menceburkan diri ke dalam sumur.

"Tidak ada yang tahu latar belakangnya apa, kemungkinan karena tidak dibikinkan sarapan oleh orang tuanya. Mungkin kagol karena nasi dan lauknya belum matang dan dia keburu berangkat sekolah mas," kata Samidi (53) seorang tetangga korban.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar