Pengguna Layanan Data Smartfren Terus Meningkat

Diposkan oleh Heri Noto on Selasa, 27 November 2012

Penyedia layanan operator seluler berbasis CDMA, Smartfren makin agresif dalam menggenjot potensi pasar layanan data di seluruh wilayah Indonesia. Langkah tersebut ditempuh melalui berbagai cara, seperti peningkatan kualitas jaringan, tarif murah, serta penyediaan gadget.


Regional Head Central Java, Aris Martoko mengatakan, pengguna layanan data Smartfren kini meningkat 50% dibandingkan tahun lalu. Sedangkan pengguna internet Smartfren sendiri setidaknya sudah mencapai 65% dari total pelanggan.

"Smartfren kini memang tetap pada komitmennya untuk menyediakan layanan internet yang cepat dan murah, sesuai slogan kami 'I Hate Slow'," katanya, dalam acara Media Gathering dan Buka Bersama Smartfren, di Rinjani View, kemarin.

Menurutnya, komitmennya pada layanan data kini juga ditunjukkan dengan penyediaan gadget yang mendukung. Belakangan ini, Smartfren bahkan memberikan penawaran khusus untuk pembelian produk Andromax dan Androtab. "Dengan gadget berteknologi tinggi dan terkini membuat layanan internet Smartfren makin optimal. Apalagi, gadget yang ditawarkan hanya seharga Rp 1,488 juta saja," ungkapnya.

Branch Manager Central Java Smartfren, Sgit Sadono menambahkan, meski Smartfren fokus ke layanan data, namun tak mengindahkan layanan voice dan sms. Bahkan, untuk layanan percakapan, Smartfren menyediakan tarif yang sangat murah, Rp 1/detik untuk sesama operator, Rp 10/detik untuk ke lain operator dan komunikasi internasional.

"Untuk mendukung layanan voice, Smartfren juga akan meluncurkan program JAMBU (Jaringan Bicara Murah), dengan paket ponsel dual on CDMA-GSM seharga Rp 299.000," tegasnya.

Sementara itu, terkait masa puasa dan lebaran, Smartfren telah melakukan penambahan kapasitas jaringan di sejumlah titik di Jateng-DIY, untuk mengantisipasi lonjakan trafik layanan data dan voice maupun sms. Peningkatan jaringan utamanya diberikan pada daerah kantong - kantong mudik masyarakat.


"Tren yang terjadi, saat momentum puasa dan lebaran, trafik internet, percakapan dan sms naik 50% dari kondisi normal," pungkasnya.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar