Reality Fighters, Penggabungan Dunia Nyata Dalam Game

Diposkan oleh Heri Noto on Senin, 26 November 2012

Dua karakter berpenampilan eksentrik terlihat beradu jurus pamungkas memperebutkan gelar jawara. Anehnya, arenanya berada diatas sebuah meja ruang kerja. Ya, itulah gambaran apabila anda memainkan game Reality Fighters pada PS Vita, bahkan saat anda mengarahkan kamera ke atas meja di ruangan kerja anda.


Berbeda lagi jika anda berada di puncak gedung pencakar langit dan mengarahkan kamera yang ada pada game portabel terbaru keluaran Sony Computer Entertainment tersebut ke arah jalanan di bawah anda.


Karakter otomatis berubah menjadi lebih besar, seolah raksasalah yang bertarung di tengah kota. Seolah terjun ke dunia nyata, karakter game tersebut begitu menyatu dengan beragam lingkungan yang menjadi latar arena bertarungnya.

"Teknologi augmented reality ini bisa memasukkan bahkan hingga 360 derajat panorama menjadi latar pertarungan. Memberikan pengalaman bermain yang lebih nyata, seru dan menyenangkan," ungkap Mitsuo Hirakawa, Senior Producer SCEE Exdev sekaligus produser game Reality Fighters, saat peluncuran PS Vita di Jakarta, awal Mei lalu.

Teknologi augmented reality (AR) pada game Reality Fighters mampu menempatkan dunia nyata sebagai arena pertempuran. Anda hanya tinggal mengarahkan kamera PS Vita anda ke tempat yang anda inginkan dan mengkonfirmasinya. Apabila anda mengarahkan kamera ke arah lain, kedua karakter yang bertarung tidak akan terlihat.

Tak hanya arena dunia nyata yang dihadirkan dalam permainan. Anda pun bisa menjadi bintang utama dalam game tersebut. Anda hanya perlu memotret diri sendiri dan mendesain (customize) avatar anda sendiri, dengan tambahan gaya rambut, pakaian, bahkan bentuk tubuh.

Pemain pun bisa memakai wajah idola mereka, yang bisa diambil dari gambar di majalah. Anda bahkan bisa bermain dengan teman anda yang juga pemilik PS Vita dalam satu arena dengan menggunakan wifi. Reality Fighters hanya satu dari sekian banyak game AR pada PS Vita.

AR pun kini menjamur di Iphone dan Android. Sebut saja AR bola basket, yang mampu menghadirkan lapangan basket mini. Yang diperlukan hanya secarik kertas (sebagai lapangan) dan Iphone.

Bagi mereka yang ingin melawan alien di halaman belakang rumah, bisa mencoba game AR Invaders. Game ini memiliki level dengan tingkat kesulitan tertentu dan dapat dimainkan dalam mode 360 derajat berdiri.

Selain itu, Sky Siege menjadi salah satu permainan AR yang paling adiktif untuk android. Game ini mengubah lingkungan anda menjadi medan perang yang mematikan. Ponsel pintar pemain menjadi layar pembuka jendela ke dunia virtual 3D penuh dengan helikopter tempur dan jet pengebom dan berhadapan dengan musuh.

Pada Ipad dan Samsung Wave, game AR Defender bisa jadi pilihan menyenangkan. Game tersebut menampilkan sebuah menara pertahanan dan harus melawan musuh dengan berbagai senjata, langsung di meja anda. Pemain cukup memindahkan telepon untuk menargetkan musuh. Permainan ini menggunakan ponsel kamera anda dan selembar kertas dengan motif tertentu yang anda cetak.

Augmented reality merupakan teknologi pencitraan visual yang mampu mentransformasi perangkat mobile dan berinteraksi dengan dunia nyata (realtime). AR dianggap perpanjangan dari virtual reality, yakni ruang virtual tempat pemain membenamkan diri ke dalam ruang itu dan melampaui batas - batas realitas fisik.

Game AR diprediksi akan menjadi tren game yang meluas di masa depan. Terlebih, kemajuan ponsel pintar, game portabel dan tablet, semakin maju serta menjamur di kalangan masyarakat dunia. Pasalnya, kamera yang terletak di bagian belakang alat itu menjadi penunjang utama untuk menampilkan teknologi tersebut. Inilah yang membuat anda bebas berfantasi dimana saja dan kapan saja lewat berbagai game AR yang ditawarkan. AR tak hanya berkembang di dunia game, tetapi juga menjamur di berbagai aplikasi lainnya.

Berbeda dengan game AR yang semakin marak di luar negeri, saat ini AR memang masih asing di dunia teknologi informasi Indonesia. Beberapa developer game lokal sudah mulai menciptakan game AR. Salah satunya, Agate Studio, yang meluncurkan game AR Smash Mania untuk Nokia Symbian. Permainan itu memungkinkan anda untuk bermain bulu tangkis dimana saja. Dengan fitur accelerometer, ponsel anda sekarang telah menjadi raket bulu tangkis yang dapat anda gunakan untuk memukul shuttelcock dan menyerang lawan.

Namun, Aditia Dwiperdana, desainer game agate, justru mengungkapkan game AR diperkirakan tidak akan menghentikan game - game PC, situs dan konsol. Sebab, game AR dinilai agak sedikit merepotkan. Pemain terkadang harus memiliki penanda (mark) dan alat tertentu (Android, Iphone, Ipad), sehingga hanya segmen tertentu yang tersentuh.

"AR merupakan tren teknologi terbaru dalam dunia game, tapi tidak lantas menggantikan game platform lainnya. Sebab, masih banyak yang lebih nyaman dengan interaksi yang biasa dengan tombol atau touch. Namun, AR akan menjadi game alternatif bertampilan visual dengan pengalaman interaksi yang berbeda," ungkap Aditia.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar